0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Kecelakaan, Jangan Asal Pindahkan Korban

timlo.net/ichsan rosyid
Peserta simulasi menolong korban dengan luka tusuk di bagian dada (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Niat baik menolong korban kecelakaan memang mulia. Namun bila tidak dilakukan dengan benar, niat itu justru akan semakin menambah derita korban. Tak jarang, nyawa yang seharusnya bisa diselamatkan justru melayang karena salah penanganan.

“Penanganan yang terlambat atau salah justru bisa fatal bagi korban. Untuk menolong harus dilakukan dengan cepat dan tepat,” kata Ketua Tim Code Blue RS PKU Muhammadiyah Solo, Dien Kalbu Ady, Minggu (4/9).

Kesalahan yang umum terjadi adalah ketika memindahkan korban dari tempat. Seharusnya, sebelum korban dievakuasi, penolong harus memeriksa adanya cidera di bagian tulang leher atau tulang belakang. Bila dipastikan aman, korban bisa dipindahkan. Namun bila dicurigai ada kelainan di bagian itu, evakuasi harus dilakukan dengan teknik khusus.

“Tulang leher atau tulang belakang yang cidera tidak boleh goyang. Harus stabil. Kalau tidak bisa, sebaiknya biarkan korban di tempat. Tunggu bantuan datang,” kata dia.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu dokter jaga RS dr Oen Panti Kosala, Puri Hardjanti. Menurutnya, kebanyakan korban kecelakaan lalu lintas meninggal karena penanganan yang kurang tepat di lapangan. Padahal bila pertolongan diberikan dengan benar, korban tersebut masih memiliki harapan hidup yang cukup besar.

“Kurang lebih 80 persen korban meninggal karena salah penanganan,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge