0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Didatangi Wartawan, Nenek Samadi Nangis, Dikira Nagih Hutang

timlo.net/agung widodo
Mbah Paniyah (kanan), nenek Samadi dihibur oleh beberapa orang tetangganya (timlo.net/agung widodo)

Sragen — Begitu mendengar siaran dari televise, warga Dukuh Dari RT 5 Dewa Dari, Kecamatan Plupuh, satu per satu mendatangi rumah mbah Kartono Paniyah (82). Mbah Paniyah ini adalah nenek dari Samadi alias Mbug (32), salah satu pelaku perampokan disertai penyanderaan yang ada di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Mbah Paniyah sengaja kami tidak beri tahu soal kabar Mbug yang ditangkap polisi. Kami kawatir dia nanti akan nggeblak (pingsan — Red) kalau mendengarnya. Kasihan dia,” kata Sriyati (47), warga Dukuh Dari RT 5 yang juga tetangga Samadi, Minggu (4/9).

Dari pantaun di lapangan, Mbah Paniyah terus-terusan menangis melihat kedatangan wartawan ke rumahnya. Apalagi saat wartawan mengambil gambar rumah dan dirinya, tangisnya semakin keras. Dia mengira yang datang adalah orang bank yang hendak menagih hutang.

“Dikiranya mas-mas wartawan ini mau nagih hutang, makanya mbah Paniyah nangis terus. Tapi bener loh mas, jangan cerita soal Mbug yang sebenarnya,” pinta Sriyati.

Ketua RT 5 Dukuh Dari, Doto Martono (60) menuturkan, dirinya bersama warga sekitar juga mendatangi rumah Paniyah hingga Sabtu malam. Rata-rata warga masih menunjukkan keheranannya dan tanda tanya, tak menyangka kalau Samadi yang dikenal dengan nama Mbug dikampungnya itu adalah pelaku perampokan.

“Kami semua kaget, tidak percaya itu dilakukan Samadi. Orangnya kalem soalnya, baik sama tetangga,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge