0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

80 Persen Kondisi DAS di Jawa Kritis

foto: Tyo Eka
Kepala Badan Informasi Geospasial Dr. Priyadi Kardono (foto: Tyo Eka)

Solo – Sekitar 80 persen daerah aliran sungai (DAS) di Pulau Jawa saat ini dalam kondisi kritis. Salah satu penyebab lantaran tidak terpenuhi aturan pengelolaan DAS terkait kebutuhan tata ruang daerah serapan dan bagaimana menjaga DAS itu sendiri.

Kepala Badan Informasi Geospasial Dr. Priyadi Kardono menyatakan, kondisi DAS semakin memburuk dengan meningkatnya degradasi lahan akibat alih guna dan fungsi lahan yang tidak terkendali. Sehingga upaya rehabilitasi hutan dan lahan akan sia-sia kalau aktivitas yang menyebabkan degradasi lahan tidak dikendalikan.

“Kondisi DAS kritis atau sehat bisa dilihat dari data-data yang ada pada geospasial,” jelas Priyadi kepada wartawan, Sabtu (3/9).

Sejauh ini, menurut Priyadi, kritisnya DAS juga disebabkan lantaran belum sinkronnya antara pengelola lingkungan dengan pemerintah daerah setempat. Apalagi bila DAS tersebut berada di kawasan dua propinsi yang berbeda.

Misalnya, DAS Ciliwung, meski Jakarta telah berusaha menanggulangi banjir dengan membersihkan DAS atau memrehabilitasi waduk, tetapi kalau hulunya atau aliran yang atasnya di kawasan Bogor tetap melakukan pendirian bangunan atau sebagainya tanpa adanya resapan, maka niscaya yang dibawahnya bakal banjir juga.

“Karenanya sinkronisasi dan koordinasi keduanya penting, Dan sinkronisasi itu bisa berdasarkan pada geospasial yang ada,” ujarnya.

Priyadi menyatakan, pengelolaan DAS harus dilakukan bersama-sama antara Pemerintah Kabupaten dengan BP DAS, hal ini karena harus sinkron dengan Rencana Tata Ruang Kota. Sedangkan Pemanfaatan Informasi Geospasial sejauh ini diakuinya kurang maksimal, karena kadang Kepentingan Politik masuk dalam perencanaan Tata Ruang Kota.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge