0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia Calon Kuat Wakapolri Pengganti Komjen Budi Gunawan

Komjen Syafruddin. ©istimewa (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengusulkan nama Wakapolri Komjen Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) menggantikan Sutiyoso. Surat usulan sudah diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno ke DPR.

Sama seperti saat dicalonkan sebagai Kapolri, Budi sepertinya akan mulus melalui uji kepatutan dan kelayakan di DPR. Para anggota dewan tidak meragukan mantan Kapolda Bali itu memimpin lembaga telik sandi.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, institusinya sudah menyiapkan mekanisme pergantian Wakapolri. Proses pergantian dilakukan setelah Budi mendapat restu dari parlemen.

“Ketika sudah ada kepastian resmi mekanisme di internal kita ada Wanjakti yah untuk menentukan pejabat baru sebagai pengganti beliau,” kata mantan Kapolda Banten itu.

Sejumlah jenderal bintang tiga digadang-gadang menjadi calon kuat mengisi posisi Budi. Meski tidak tertutup kemungkinan ada bintang dua yang akan dipromosikan untuk mengisi pos tersebut.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan dari Wanjakti belum ada satu nama yang dipersiapkan karena tahapan pencalonan Budi Gunawan belum mulai. “Masih belum. Nanti, akan dilakukan setelah ada pelantikan,” terang Jenderal Tito Karnavian di Surabaya, Jumat (2/9).

Dia tak mau mengira-ira saat ditanya jenderal yang mungkin menggantikan posisi Budi Gunawan. “Sampai sekarang belum ada. Lihat nanti saja,” ucap mantan Kapolda Metro Jawa tersebut.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Syafruddin merupakan sosok yang tepat menjadi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Neta menuturkan, Syafruddin sebagai jenderal yang memiliki jaringan dan mudah bergaul dengan berbagai angkatan di kepolisian. Bahkan, mantan ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu memiliki kedekatan khusus dengan kelompok Budi Gunawan.

“Syafruddin bisa membantu Tito untuk mengkonsolidasikan dan membangun soliditas antara junior dengan senior. Dia bisa masuk ke segala kelompok,” ujar Neta beberapa waktu lalu.

Jenderal polisi yang menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) itu juga memiliki kemampuan dan kompetensi pembenahan pada internal Polri. Sehingga nantinya Tito bisa fokus mengerjakan program Polri secara eksternal.

Ketua DPR Ade Komarudin juga menilai Syafruddin merupakan sosok yang sangat layak diperhitungkan. Meski begitu, politikus Golkar ini tidak mau ikut campur dalam urusan pengangkatan Syafruddin sebagai Wakapolri. Menurutnya, itu merupakan urusan internal di Korps Bhayangkara.

“Bagus, layak sekali,” kata Ade di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/9).

Selain Syafruddin ada juga nama Inspektorat Pengawasan Umum Komjen Dwi Priyatno. Dwi cukup senior satu angkatan dengan mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, jebolan Akpol 1982.

Nama Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Komjen Putut Eko Bayuseno juga layak diperhitungkan. Mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sudah cukup lama ‘diparkir’ di posisi tersebut. Kabareskrim Komjen Dono Sukmanto juga bisa masuk bursa.

Di luar Mabes Polri, ada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Suhardi Alius dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso. Keduanya sama-sama pernah menjabat sebagai Kabareskrim. [did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge