0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ledakan Roket SpaceX Hancurkan Satelit Facebook

Dok: Timlo.net/ ChicagoTribune.com
Roket SpaceX meledak. (Dok: Timlo.net/ ChicagoTribune.com)

Timlo.net—Sebuah roket Falcon 9 milik SpaceX meledak di Cape Canaveral di Florida, Amerika Serikat (AS), Kamis, 1 September. Untungnya tidak ada yang terluka tapi roket dan sebuah satelit komunikasi hancur. SpaceX merupakan sebuah perusahaan Amerika yang mendesain, memproduksi dan meluncurkan roket dan pesawat luar angkasa.

Akibat ledakan ini hashtag #SpaceX menjadi trending topic di Twitter dan banyak pengguna menonton video ledakan. Perusahaan itu sendiri berencana meluncurkan roket itu hari ini. Sementara satelit komunikasi yang turut hancur bersama roket itu ternyata dimiliki Facebook. Satelit itu dimaksudkan untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi di beberapa bagian di Afrika. Satelit itu dibuat sebuah perusahaan Israel untuk Facebook. Dikabarkan satelit pengganti baru siap sekitar tiga tahun mendatang.

Mark Zuckerberg sendiri mengungkapkan kekecewaannya di Facebook karena satelitnya hancur. “Saat saya berada di sini di Afrika, saya sangat kecewa mendengar kegagalan peluncuran SpaceX menghancurkan satelit kami yang akan menyediakan konektivitas untuk begitu banyak pengusaha dan siapa pun yang ada di benua itu. Untungnya, kami telah mengembangkan teknologi-teknologi lain seperti Aquila yang akan menghubungkan orang juga. Kami tetap berkomitmen terhadap misi kami untuk menghubungkan semua orang dan kami akan tetap bekerja sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang disediakan oleh satelit ini,” tulis Mark.

SpaceX sendiri dimiliki oleh Elon Musk, yang juga memiliki Tesla Motors, sebuah perusahaan mobil listrik. SpaceX sendiri menyebut ledakan itu sebagai sebuah kelainan. Roket SpaceX unik karena beberapa bagian bisa digunakan kembali. Setelah roket diluncurkan, bagian pertama roket kembali ke Bumi dan bisa digunakan kembali.

Perusahaan itu sebelumnya berencana merilis enam roket lainnya tahun ini. Tapi rencana mereka mungkin berubah setelah kejadian ini. Para penduduk yang tinggal di Cape Canaveral berkata jika rumah mereka berguncang dan ada beberapa pintu yang jatuh ke tanah.

Sumber: VOA News

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge