0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Digelontor Rp 225 M, Martri Agung : Tak Boleh untuk Gaji Pegawai

timlo.net/agung widodo
Kunjungan Komisi VI DPR RI ke PG Mojo Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Anggota Komisi VI DPR RI Martri Agoeng mewanti-wanti pihak Pabrik Gula (PG) Mojo Sragen untuk memanfaatkan kucuran dana penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah pusat sebesar Rp 225 Miliar sebaik-baiknya. Dana tersebut tidak boleh untuk membayar utang atau membayar gaji pegawai.

“Dana PMN itu untuk kepentingan revitalisasi PG Mojo. Tidak boleh digunakan untuk bayar gaji pegawai atau untuk bayar utang, walau PG Mojo juga punya utang banyak,” kata Martri Agoeng, Jumat (2/9).

Menurutnya, revitalisasi PG Mojo mendesak dilakukan lantaran penyerapan produksi di PG Mojo hanya 50 persen dari potensi akibat menurunnya kapasitas produksi dan daya tampung. Hal ini membuat sebagian tebu dari petani Sragen justru lari ke PG swasta seperti Madukismo Yogja dan Rejoagung Madiun.

Sementara, Direktur Utama PTPN IX, Budi Adi Prabowo mengatakan, terkait revitalisasi saat ini sudah memasuki proses tender. Dia juga menjamin dana dari pemerintah pusat itu masih utuh dan belum digunakan.

”Saat ini uangnya senilai Rp 225 Miliar masih utuh dan tidak boleh untuk yang lain. Termasuk untuk bayar utang dan gaji pegawai,” ujarnya.

Namun demikian menurut Budi, uang senilai Rp 225 Miliar sebenarnya masih kurang. Pasalnya dana untuk kepentingan revitalisasi setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 360 Miliar. Tapi pihaknya juga siap untuk menalangi kekurangan tersebut. Ditargetkan pada 2018 nanti PG Mojo sudah menjadi pabrik yang baru, sehingga diharapkan produktifitasnya juga meningkat.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge