0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

SMP Muhammadiyah 1 Solo Budayakan Ternak Gopit

dok.timlo.net/tyo eka
Siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon menunggu kedatangan Walikota Mider Projo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Saat mider projo, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, Jumat (2/9) pagi beserta rombongan keliling Kota Solo naik sepeda, menyempatkan diri mampir di SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo, dalam rangka acara Nganter Anak Nganggo Pit (Ternak Gopit) di sekolah tersebut.

Rudy, panggilan akrab Walikota Solo itu sempat mengeluhkan budaya naik sepeda di kalangan pelajar di Solo mengalami penurunan sangat drastis. “Budaya naik sepeda di kalangan pelajar saat ini turun drastis, beda dengan jaman saya dulu. Wong saya dulu sampai sekolah di STM naik sepeda,” ujar Rudy.

Karena itu, Rudy meminta kepada masyarakat khususnya pelajar, agar budaya bersepeda mulai digalakkan kembali. Untuk itu, ia melarang pelajar di Kota Solo yang belum berusia 17 tahun membawa motor ke sekolah. Salah satunya untuk kesehatan dan keselamatan mengingat data World Health Organization (WHO) bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh anak-anak muda pertama di usia 15 sampai 29 tahun.

“Sepeda bisa diartikan asape tidak ada. Kalau tidak ada asapnya, berarti itu menyehatkan dan tidak ada polusi. Dan dengan bersepeda, membuat sendi-sendi semua bergerak sehingga bisa menyehatkan,” ujar Rudy.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo, Sukidi mengatakan, di sekolahnya hampir 50 persen siswa ke sekolah naik sepeda. Sedangkan sisanya ada yang diantar oleh orangtuanya dan ada yang naik kendaraan umum. “Kami melarang siswa untuk membawa motor. Dan selama ini tidak ada siswa kami yang menggunakan motor,” ujar Sukidi.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge