0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gawat, DAS di Indonesia Kian Mengkhawatirkan

Chatarina Muryani (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pemanfaatan informasi geospasial akan dibahas para akademisi, praktisi, peneliti dan masyarakat umum dalam Seminar Nasional “Pemanfaatan Informasi Geospasial Untuk Peningkatan Sinergi Pengelolaan Lingkungan Hidup, di Solo, Sabtu (3/9). Pembahasan itu menghadirkan narasumber antara lain, Kepala Badan Informasi Geospasial Priyadi Kardono sebagai keynote speaker.

“Tujuan pembahasan itu adalah untuk menambah wawasan keilmuan tentang pemanfaatan informasi geospasial, pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), serta sebagai forum komunikasi dan desiminasi hasil-hasil penelitian tentang lingkungan hidup, kebumian, keberencanaan dan pendidikan,” jelas Chatarina Muryani, selaku panitia seminar, di kampus UNS Solo, Kamis (1/9).

Selain pembicara kunci, lanjut Chatarina, pembicara utama juga tampil antara lain, Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian DAS (Daerah Aliran Sungai) Djati Witjaksono Hadi, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa Sugeng Priyanto, dan Kepala Prodi Geografi FKIP UNS Moh Gamal Rindarjono.

Chatarina mengatakan, dalam dekade terakhir ini permasalahan lingkungan dan laju kerusakan lingkungan hidup semakin meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan di berbagai bidang yang kurang diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik. “Kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun telah mengancam kelangsungan perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya,” tandasnya.

Menurut Chatarina, saat ini kondisi DAS juga semakin mengkawatirkan. Dari 458 DAS di Indonesia, 60 DAS di antaranya dalam kondisi kritis berat, 222 kritis dan 176 lainnya berpotensi kritis akibat kegiatan pertanian, pemukiman maupun industri.

Untuk mencegah dan menghambat laju penurunan kualitas lingkungan hidup, menurut Chatarina, diperlukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge