0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPBD Pastikan Tak Ada Siaga Bencana Kekeringan

Sumber air masih melimpah, kemarau basah akan berlangsung hingga akhir tahun (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali memastikan tahun ini tidak akan ada penetapan status siaga bencana kekeringan. Pasalnya, berdasarkan informasi dari Balai Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarau basah masih akan berlangsung hingga akhir tahun ini.

“Jadi sampai akhir tahun, hujan masih akan turun di musim kemarau ini,” kata Kepala BPBD Boyolali, Nur Khamdani, Kamis (31/8).

Dicontohkan, dengan perubahan cuaca yang sangat ekstrem, dimana siang sangat panas dan hujan turun di malam hari. Hujan bisa turun setiap saat. Selain itu, dana siap pakai untuk tanggap darurat bencana yang ada di BNPB juga kemungkinan tidak akan dialokasikan hingga akhir tahun.

“Kalau terjadi kekeringan atau kesulitan air bersih langsung ditanggani APBD Kabupaten masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, hingga mendekati akhir triwulan I tahun ini, anggaran untuk penanganan bencana kekeringan di Boyolali belum tersentuh. Anggaran senilai Rp 105 juta masihngendon di kas daerah.

“Belum ada pengajuan air bersih, sumber air masih berlimpah,” ungkap Kasubag Sosial dan Keagamaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Boyolali, Mugimin.

Data di BPBD Boyolali, tahun lalu ada 42 desa di enam kecamatan yang mulai kekurangan air bersih. Enam kecamatan itu meliputi Musuk, Wonosegoro, Kemusu, Juwangi, Klego, dan Selo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge