0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tubuh Mirna Diformalin Sulitkan Forensik Cari Kesimpulan

merdeka.com
Jessica Kumala Wongso (merdeka.com)

Timlo.net – Ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Budi Sampoerno bersaksi di sidang kasus kematian Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, Rabu (31/8). Budi mengatakan, tugas kedokteran forensik selalu berhadapan dengan keadaan mayat yang terbatas, walaupun ada juga kondisi mayat yang masih utuh. Menurut dia, dokter forensik harus tetap membuat kesimpulan dari sebab kematian dan identitas mayat tersebut.

“Kedokteran forensik itu selalu berhubungan dengan keterbatasan, korban yang kita periksa tidak hanya yang utuh, bahkan kita pernah periksa sebagian kecil tubuh manusia, nah itu perlu kita lakukan kesimpulan,” kata Budi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (31/8).

Dia melanjutkan, apabila seseorang telah terkena racun sianida dan kemudian meninggal dunia, maka sebaiknya harus secepat mungkin segera dibuat kesimpulan. Kata dia, kesimpulan tersebut diambil sebaiknya kurang dari 4 jam, dan kemudian sampel dari cairan yang telah diambil harus didinginkan di dalam freezer.

Dengan melihat gejala-gejala yang dialami korban, baru dapat diambil kesimpulan penyebab kematian korban. Sebab hal tersebut perlu dilakukan, karena unsur sianida mudah sekali menguap, dan dikhawatirkan ketika dilakukan pemeriksaan lebih lama, racun sianida yang berada di dalam tubuh tersebut akan menghilang.

Sedangkan di dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27), dokter forensik mengalami kesulitan lantaran kondisi mayat yang telah diformalin.

“Dalam kasus ini lebih sulit lagi, karena sudah di formalin,” ucapnya.

Menurut Budi, mayat yang telah diformalin akan merusak jaringan yang ada. Ditemukannya sianida di lambung Mirna sebanyak 0,2 miligram tersebut, dikarenakan terdapat efek formalin yang tidak merusak lambung, hanya sebatas pada dinding lambung saja.

“Mengapa di lambung itu masih ada, karena formalin masuknya ke artena dan disebarkan keseluruh tubuh, sementara isi lambung tidak akan terkena, mungkin hal tersebut yang menyebabkan sianida masih ditemukan di dalam lambung,” tandas Budi.

[sho]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge