0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dicopot dari Ketua DPD Golkar Sulsel, Ini Tanggapan Syahrul Limpo

dok.merdeka.com
Syahrul Yasin Limpo (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Syahrul Yasin Limpo dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan. Pencopotan Syahrul langsung diteken oleh Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Syahrul merupakan seteru Setya Novanto dalam Munaslub Golkar di Bali pada Maret lalu. Kini, Gubernur Sulawesi Selatan itu tak punya jabatan apa-apa di Golkar. Padahal, Syahrul sejak awal merangkak karir sebagai kader Golkar dari anak ranting hingga kepada tingkat Provinsi.

Novanto mencopot Syahrul dengan alasan sudah dua kali menjabat Ketua DPD I Golkar Sulsel, namun tak kunjung menggelar musyawarah daerah. Posisi Syahrul langsung diisi oleh Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid sebagai pelaksana tugas sementara.

Hari ini Pak Nurdin Halid datang menyampaikan langsung ke Pak Syahrul tentang penugasan tersebut yang didapatnya dari DPP Partai Golkar bahwa dirinya kini Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel karena DPP Partai Golkar tidak lagi memperpanjang masa bakti DPD-DPD I Golkar di Indonesia yang sampai hari ini belum menggelar Musda termasuk di Sulsel,” kata Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, Mohammad Roem di kantor Golkar Sulsel, Selasa (30/8).

Nurdin diminta membentuk tim untuk segera menggelar Musda pemilihan Ketua DPD I Sulsel. Nurdin juga diminta Novanto untuk melakukan penataan kembali kepengurusan Golkar Sulsel, baik di tingkat II hingga kecamatan karena ada beberapa yang tidak aktif.

Syahrul sendiri mengaku menerima dengan legowo dicopot dari jabatannya. Namun dirinya berpesan agar Golkar tak diperdagangkan ke depan.

“Yang penting adalah Partai Golkar tetap jalan dengan baik dan bisa berfungsi untuk rakyat. Jangan partai ini dipakai dagang-dagang, dipakai lobi-lobi,” kata Syahrul saat ditanya awak media di kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (30/8).

Dia menilai, dirinya pengabdi kepada negara, pengabdi kepada rakyat dan kepada partai. Oleh karenanya, kata Syahrul, jika semangatnya adalah mengabdi berarti jabatan itu bukan sesuatu yang penting.

“Saya berharap Partai Golkar yang ada tetap solid supaya jadi contoh. Lakukan demokrasi dengan baik,” tutur mantan calon Ketum Golkar yang berseteru dengan Setya Novanto di Munaslub Golkar. [rnd]

Sumber: merdeka.com

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge