0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paruh Pertama 2016, Uber Rugi Rp 16,8 Triliun

Taksi Uber (merdeka.com)

Timlo.net — Uber mungkin merupakan perusahaan pribadi yang paling bernilai di dunia tapi rupanya perusahaan itu mengalami kerugian yang besar. Menurut Bloomberg News, pada paruh pertama tahun ini Uber rugi $1,27 milyar (Rp 16,8 triliun). Uber menolak untuk menanggapi berita itu tapi kepala finansial Uber Gautam Gupta menyampaikan berita soal kerugian itu dalam sebuah pertemuan dengan para pemegang saham Jumat minggu lalu.

Uber berkata mereka kehilangan $520 juta di kuartal pertama dan $750 juta di kuartal kedua. Sebagian besar kerugian pada kuartal kedua disebabkan subsidi untuk Uber di Cina. Tapi subsidi ini kelak tidak akan dicantumkan dalam pernyataan pendapatan Uber.

Awal bulan ini, Uber menjual cabang operasi mereka di Cina kepada pesaing mereka Didi Chuxing. Perusahaan itu memperoleh hampir 18% saham dari Didi sehingga menjadi pemegang saham terbesar.

Uber mulai beroperasi di Cina pada 2013 dan memperluas operasinya di 60 kota di negara itu. Tapi pasar di sana ternyata menghabiskan banyak biaya. Pada Februari 2017, CEO Travis Kalanick berkata Uber kehilangan $1 milyar setelah beroperasi setahun di negara itu.

“Uber dan Didi Chuxing berinvestasi milyaran dollar di Cina dan kedua perusahaan itu belum memperoleh keuntungan di sana,” tulis Kalanick dalam sebuah pengumuman terkait kesepakatan dengan Didi.

Uber berhasil meraih $16 milyar. Terakhir kali perusahaan itu memperoleh valuasi $68 milyar. Uber berkata jika pada kuartal pertama tahun ini, mereka memperoleh keuntungan di Amerika Serikat tapi Bloomberg berkata jika mereka rugi sekitar $100 juta di kuartal kedua.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge