0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Utang Rp 48 Miliar PDAM Solo akan Dibayar Negara?

dok.timlo.net/daryono
Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (BP2D) DPRD Solo, Putut Gunawan (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Utang sebesar Rp 48 miliar milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Solo harus segera dilunasi. Saat ini, kalangan legislatif sedang membentuk Pansus untuk membahas Perda tentang penyertaan modal kepada perusahaan plat merah tersebut.

“Nantinya, ini bisa digunakan sebagai landasan pelunasan utang PDAM sebesar Rp48 miliar,” terang Ketua Badan Pembentuk Peraturan Daerah (BP2D) DPRD Solo, Putut Gunawan, Selasa (30/8).

Hutang sebesar Rp48 miliar ini, kata Putut, berawal pada tahun 1995 silam. Dimana, waktu itu pemerintah pusat mengajukan permohonan utang kepada bank dunia yang diwujudkan dengan proyek instalasi pembuangan akhir limbah (IPAL). Kota Solo mendapatkan jatah proyek senilai Rp 33 miliar yang ahirnya menjadi proyek IPAL Mojosongo.

Lebih lanjut, Politikus PDIP itu mengatakan, dari akumulasi hutang pokok, bunga dan denda PDAM Solo saat ini adalah Rp 48 miliar. Meski begitu, PDAM berhasil membayar hutang sebesar Rp 22 miliar. Namun Putut tidak mengetahui secara pasti apakah angka pembayaran tersebut hanya untuk membayar utang pokok atau bunganya.

“Peruntukan yang menentukan dari kementerian keuangan. Pastinya, bunga dari utang tersebut ditentukan harian. Jika mengalami keterlambatan maka dikenakan denda,” kata Putut.

Dengan beban yang besar tersebut pemerintah pusat akhirnya mengeluarkan kebijakan yang berupa pelunasan hutang dengan skema penyertaan modal. Caranya dengan membuat penyertaan modal ke PDAM senilai total beban hutang yang selanjutnya akan dibayarkan ke pemerintah pusat sebagai bukti pelunasan.

“Itu masuk pada hibah non tunai, sehingga pemerintah pusat member hibah dicatatkan ke APBD Perubahan. Pemkot kemudian memberikan penyertaan kepada PDAM. Di kas PDAM ditulis kemudian dikeluarkan untuk membayar ke pusat,” jelasnya.

Disisi lain, Wakil Ketua DPRD Solo Umar Hasyim mengatakan, PDAM Solo hendaknya meningkatkan layanan kepada para konsumennya di kawasan Kota Solo. Mengingat, banyak keluhan masuk terkait air sering mati dan kotor dari PDAM Solo.

“Padahal, dana yang dikeluarkan untuk PDAM Solo sangat besar. Namun, belum sebanding dengan pelayanan terhadap konsumen,” jelas Umar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge