0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pusat Studi Ekonomi Islam UNS Gelar Seminar Nasional

dok.timlo.net/tyo eka
Pusat Studi Ekonomi Islam UNS Gelar Seminar Nasional (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pusat Studi Ekonomi Islam (PSEI) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar seminar internasional ke 3 Annual International Conference on Islamic Ekonomics (AICIE), di Hotel Aston Solo, Selasa (30/8). Sejumlah narasumber tampil, seperti Direktur Syariah Bukopin Adil Syahputra, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Bambang Setiaji, Mr Kunrat Wirasubrata dari IBD Kualalumpur, dan sebagainya.

Bambang Setiaji, yang dikenal Pakar Ekonomi Syariah berusaha menggambarkan tujuan ekonomi Islam yaitu menghilangkan pengangguran dan mengembalikan harkat kemanusiaan, yang berbeda dari ekonomi yang berjalan yang tiada tujuan selain mencari laba (utility).

“Walaupun terdapat   banyak masalah, peran bank Islam sebagai agen ekonomi bermartabat bisa diidentifikasi keunikannnya. Sayang pemerintah menjadi sumber persaingan tidak sehat yang akan menjadikan ekonomi menjadi sub optimal dan pengangguran (kefakiran) tetap eksis dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Bambang, masalah fikih syirkah wa mudharabah menyebabkan target bank Islam menjadi sulit tercapai. Disebabkan oleh digunakannya hukum kerjasama individual untuk menjadi massal. Bank Islam yang lebih murni yaitu suku bunga nol bagi kredit produktif  untuk menghilangkan  pengangguran hanya mungkih jika kebutuhan modal dianggap barang publik. Pemerintah lah yang bertugas menyediakan barang publik melalui perbankan negara dan swasta dengan subsidi bunga. Ukuran sukses bank negara bukan pada laba melainkan pada penyerapan pengangguran.

Pakar Syariah Ekonomi itu berpendapat, masalah ekonomi terutama pengangguran, baru bisa  teratasi  jika bunga pinjaman untuk usaha, karena perannya untuk mencipatakan lapangan kerja nol persen. Sedangkan margin atau mark up boleh dilakukan untuk angsuran barang konsumsi tahan lama (rumah dan kendaraan).

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge