0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ayah Pelaku Bom Medan Mengira Anaknya Korban Pencucian Otak

merdeka.com
(merdeka.com)

Timlo.net – Ayah IAH (17), pelaku teror Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan yakin anaknya hanya korban pencucian otak. Sang ayah, Makmur Hasugian menilai ada orang yang memengaruhi IAH hingga melakukan perbuatan itu.

“Karena anak saya ini masih di bawah umur, lalu ada orang-orang tertentu mempengaruhi, mengajari, begini-begono. Kebutuhanmu kupenuhi asal kau lakukan begini, dilakukan yang begitu, apa itu enggak korban?” kata Makmur Hasugian, Selasa (30/8).

Dia menyatakan mengutuk pelaku pencucian otak yang telah memberi harapan-harapan, janji-janji, sehingga memengaruhi IAH.

“Itu yang harus dikipas,” ucapnya.

Ditanya soal komunikasi IAH dengan orang luar, Makmur tidak melihat ada orang yang asing datang ke rumahnya.

“Tidak ada, tidak pernah ada orang bertamu ke rumah ini,” sebutnya.

Dia menyatakan, keluarganya berharap para pelaku pencucian otak itu bisa segera ditangkap dan dihukum. Pengawasan harus ditingkatkan aparat negara agar orang-orang yang memengaruhi anak-anak orang tidak lagi berkeliaran dan merajalela. Sebab, jika dibiarkan berkeliaran, akan ada anak lain yang menjadi korban.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge