0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tentang Pungli di SMAN 3, Walikota : Paling Nilainya Berapa?

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Walikota Solo membantah adanya pungutan liar di SMA Negeri 3 Surakarta. Menurutnya, tarikan dana tersebut sudah merupakan kesepakatan orang tua  murid dan pihak sekolah.

“Kalaupun ada pungli di sekolah paling nilainya berapa? Tidak perlu sampai lapor kejaksaan,” kata FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan, Senin (29/8).

Menurutnya, pengadaan seragam khas sekolah seperti batik dan jas almamater sudah dibahas dalam rapat komite sekolah. Pasalnya, kain seragam tersebut tidak dijual di pasaran. Orang tua yang merasa keberatan tidak selayaknya mengungkit-ungkit masalah tersebut setelah harga seragam disepakati.

“Kalau tidak setuju ya disampaikan waktu rapat. Jangan setelah disepakati baru lapor,” kata dia.

Senada, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Surakarta, Makmur Sugeng mengatakan tak pernah mewajibkan murid-murid membeli seragam di koperasi sekolah. Hanya seragam tertentu saja yang menjadi identitas sekolah yang memang hanya bisa dibeli di koperasi sekolah karena tidak dijual di pasaran.

“Hanya seragam batik, jas almamater, atribut seragam, seragam olah raga dan jas lab karena menyangkut motif yang sama. Di luar itu silahkan membeli di luar,” kata dia beberapa waktu lalu.

Sebelumnya diberitakan sejumlah orang tua murid melapor ke kejaksaan negeri Surakarta terkait dugaan adanya pungli di SMAN 3 Surakarta. Setiap wali murid diwajibkan membeli tiga setel seragam seharga Rp 1,3 Juta. Harga tersebut dinilai terlalu mahal dibanding harga pasaran. Pelapor juga menyebutkan adanya pungutan uang gedung dari pihak sekolah.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge