0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Soal Bom Gereja St Yoseph, Kepala BIN: Dia Lone Wolf

Sutiyoso (merdeka.com)

Timlo.net – Pelaku teror di Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph, Medan, diketahui bekerja sendiri. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso menyebut, sang pelaku berinisial IAH tidak memiliki jaringan dengan ISIS.

“Dia lone wolf. Dia dari peta BIN tidak ada dalam jaringan apapun. Dia belajar dari internet terinspirasi dari kelompok garis keras dari internet. Dia merangkai bom juga dari internet,” ujar Sutiyoso, Senin (29/8).

Menurut Bang Yos, panggilan akrab Sutiyoso, IAH memang mengidolakan ISIS, namun hubungan pria 17 tahun itu dengan ISIS hanya sebatas simpatisan, bukan jaringan.

“Dia simpatisan. Simpatisan itu ada di mana-mana karena di ranselnya gambar ISIS, ada I Love Al-Baghdadi,” terangnya.

Selama ini BIN bekerja untuk mendeteksi segala ancaman teror yang bala terjadi. Tetapi untuk tahu kapan aksi teror di lakukan adalah hal yang sulit.

“Kalau kita bilang serangan itu kapan dilakukan, tempatnya di mana, itu paling sulit. Secara umum, kita tidak bisa menangkap orang, itu kan polisi. Ada aksi itu sudah kita jelaskan lama itu,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sebelumnya juga disebutkan, IAH melakukan percobaan bom bunuh diri setelah menonton televisi dan membaca berita media terkait penyerangan teror salah satunya di Prancis.

Namun kepada petugas, IAH mengaku melakukan aksi itu lantaran diiming-imingi uang oleh orang yang baru dikenal kemudian dia mengaku siap menjalankannya.

“Info yang kita dapat bahwa bermula dari Kamis tanggal 25 Agustus tersangka IAH bertemu dengan seseorang tidak dikenal. Kemudian ada komunikasi di antara keduanya yang akhirnya disepakati sesuai arahan yang diberikan orang tersebut,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge