0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waspadai Antraks, Sapi dari Luar Daeah Diawasi Ketat

Pasar hewan Nglangon Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Menjelang Hari Raya Idhul Adha atau Hari Raya Kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen bakal melakukan pengawasan secara rutin terhadap distribusi hewan ternak dari luar daerah. Ini dilakukan untuk antisipasi masuknya hewan yang tidak layak untuk dikonsumsi lantaran berpenyakit.

“Menjelang Idhul Adha ini perputaran ternak sangat besar, keluar masuk dan ini harus diawasi. Kita tidak asal percaya, tapi harus datangi lokasi penjualan, termasuk ke pengepul,” kata Plt Kepala Disnakkan Sragen, Eka Rini Mumpuni, Senin (29/8).

Eka menjelaskan tidak menutup kemungkinan sapi-sapi dari luar daerah Sragen tersebut membawa penyakit seperti antraks. Ini yang perlu diantisipasi agar kejadian pada tahun 2010 tidak terulang lagi. Di mana ada sejumlah sapi yang diketahui berpenyakit antraks, suatu penyakit yang disebabkan bakteri Bacillus Anthracis sangat berbahaya dan bisa menular ke manusia.

“Makanya kalau terkait dengan antraks harus diawasi secara rutin. Karena kita pernah kejadian tahun 2010,” ujar Eka.

Dia menjelaskan, penyakit Antraks ciri-cirinya bisa dilihat dari kondisi fisik hewan, seperti demam terlalu tinggi, ada pendarahan pada mata hidung, telinga dan anus. Untuk itu pihaknya melakukan pengawasan dan mengambil sample hasil pemeriksaan dari tempat-tempat penjualan untuk dibawa ke Laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Yogyakarta.

Diakui Eka, banyak perputaran hewan dari Jawa Timur dan wilayah eks Karesidenan Surakarta yang masuk ke Sragen. Termasuk ternak dari pengepulan sapi Bali yang berasal dari NTT.

“Selain Antraks yang perlu diwaspadai adalah penyakit menular lainnya seperti diare, dan PMK, penyakit mulut dan kuku,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge