0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gawat, Belum Semua SKPD Punya Tabung APAR

Kepala UPT Damkar Wonogiri, Endang Estriningsih (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Belum semua dinas dan perkantoran di Wonogiri memiliki tabung alat pemadam api ringan (APAR). Ironis lagi, setiap ada event besar, pihak Damkar Wonogiri terpaksa meminjami tabung APAR untuk jaga-jaga.

“Padahal sesuai aturan Permenakertrans 04/MEN/ 1980, setiap 15 meter dalam satu petak harus ada satu tabung APAR,” ungkap Kepala UPT Damkar Wonogiri, Endang Estriningsih, Senin (29/8).

Menurutnya, ada beberapa dinas dan perkantoran yang sudah memiliki ,namun demikian jika ditelisik berdasar aturan,jumlahnya masih lebih dari kata mencukupi. Dicontohkan, di dalam komplek Setda Wonogiri yang meliputi Pendopo Rumah Dinas Bupati hanya ada tujuh tabung APAR, bahkan di kantor BKD  tak ada satu pun tabung tersedia.

“Setiap Lebaran dan Natal kita selalu dimintai bantuan oleh Disbudparpora untuk penyediaan tabung APAR di Waduk Gajah Mungkur (WGM), di sana kan rawan kebekaran dan itu terbukti beberapa waktu lalu terjadi kebakaran, hingga sampai sampai saat ini satu tabung milik kita masih di sana,” jelasnya.

Disebutkan, dari tabung yang sudah ada di kantor dinas saat ini, ternyata APAR lama, dimana tabung berbentuk powder, belum berbentuk gas Co2 seperti keluaran terbaru saat ini. Ia juga mengatakan, kelemahan APAR dalam bentuk powder dimana masa kadaluwarsanya hanya satu tahun dan jika dipakai akan meninggalkan residu. Berbeda dengan APAR Co2 lebih praktis dan aman dengan masa kadaluwarsa 3-4 tahun.

“Padahal kita sudah kerap mensosialisasikan di setiap SKPD bahkan blusukan ke setiap kecamatan. Tapi saat ini satu persatu dinas mulai menganggarkan pengadaan APAR,” ujarnya.

Ditambahkan, selain sosialisasi pihaknya pun sudah menggelar pelatihan terkait penanganan bahaya kebakaran di setiap SKPD. Sedang tabung APAR terbilang murah, setiap satu tabung baru berkisar Rp 500 ribu, dan untuk isi ulang per kilonya Rp 40 ribu ditambah biaya pengisian Nitrogen Rp 15 ribu. Kemudian harga setiap tabung APAR Co2 ukuran 2-5  kilogram berkisar antara Rp 1,3 juta hingga Rp 2 juta.

“Selain perkantoran, sekolah dan Puskesmas juga penting memiliki APAR, karena saat ini berkaitan dengan akreditasi,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge