0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Juara National Essay Competition Ini bakal Diwisuda

Juli Purnomo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Peraih juara kedua kejuaraan National Essay Competition 2016 pada bulan Maret 2016, Juli Purnomo bakal diwisuda sebagai sarjana pada Sabtu (3/9) mendatang di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Juli, mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian UNS ini lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84.

“Bukan yang paling pintar, tetapi yang bersungguh-sungguh. Kalimat itu, saya sitir dari penulis novel inspiratif trilogi 5 menara, Ahmad Fuadi. Kalimat itu menjadi pelecut semangat untuk lebih memiliki tekad yang lebih kuat dalam menggapai impian dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Juli saat bertemu wartawan, di Kampus Humas UNS, Solo, Senin (29/8).

Karena itu, menurut Juli yang juga sebagai penerima beasiswa Bidikmisi menyatakan, mendorong dirinyaharus bisa memanfaatkan kesempatan emas merasakan pendidikan di Perguruan Tinggi ini seoptimal mungkin. Apalagi karena menjadi penerima beasiswa bidikmisi merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dibuktikan dengan kontribusi, pengabdian, dan prestasi.

Juli mengaku, masalah ekonomi merupakan pertimbangan utamanya, ketika akan melanjutkan pendidikan tinggi, apalagi orang tuanya sangat merasa terbebani ketika dirinya akan melanjutkan kuliah sedangkan biaya hidup sehari-hari saja mereka sudah sangat banting tulang.

Setiap harinya, menurut Juli, ayahnya mengumpulkan barang-barang bekas atau barang rongsokan dengan para tetangga atau di desanya. Ayahnya yang menekuni barang rongsokan, dibantu ibunya untuk menimbang dan memilih barang-barang tersebut pada sore dan pagi harinya.

“Awalnya belum begitu yakin apakah Saya bisa berkembang di program studi agribisnis atau tidak. Namun Allah SWT tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, namun pasti selalu memberikan yang kita butuhkan. Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik oleh Allah SWT, dan sebaliknya. Dari sinilah saya memiliki tekad yang kuat bahwa ketika kita yakin bisa berkembang,” ujarnya.

Saat menjadi mahasiswa, Juli mencoba mengikuti kompetisi dan apply program. Dilandasi semangatdalam kompetisi, menang atau kalah merupakan hal yang sangat wajar dan biasa. “Jadi wajar-wajar saja dan harus ada tekad kuat untuk selalu bersabar, konsisten, dan berjuang,” ujarnya.

Hingga suatu ketika pintu pertamanya terbuka, menurut Juli, dengan diterimanya mengikuti program JENESYS 2.0 (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) 2nd batch Traditional Art, Culture, and World Heritage di Tokyo dan Okayama, Jepang pada Februari-Maret 2014. “Setelah kegiatan tersebut, semangat dan motivasi Saya semakin meningkat. Hingga Saya bisa meraih kejuaraan pertama di National Essay Competition sebagai juara 2 tingkat Nasional pada bulan Maret,” jelasnya.

Pengalamannya itu, kata Juli, menghantarkan pada pengalaman-pengalaman selanjutnya. Pada tahun 2014 dapat merasakan beberapa pengalaman seperti Juara 1 National Maritime Essay Competition (NMEC) di ITS Surabaya, Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional oleh PERHEPI di Bogor, Juara 3 National Essay Writing Competition 2014 di UNPAD Bandung, Juara Harapan 1 dan Poster Terbaik Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) 2014 di UNAIR Surabaya.

Selain itu, pada tahun 2014 juga, Juli terpilih sebagai delegasi Indonesia di Asia-Pacific Student Entrepreneurship Society (ASES) Summit Manila, Philippines 2014. Pada acara tersebut dapat meraih juara sebagai Second Runner Up of Asia-Pacific Student Entrepreneurship Society (ASES) Elevate Pitch Competitiondi De La Salle University, Manila, The Philippines.

Pada awal tahun 2015, menurut Juli, dirinya dinobatkan menjadi “The Most Awesome Exchange Coordinator” oleh Vice Director of Exchange IAAS Indonesia. Selain itu, pada tahun 2015 dirinya dapat memperoleh pengalaman di Indonesia Youth Culture Exchange (IYCE) di Chiang Mai dan Bangkok, Thailand 2015. Di program ini juga memperoleh predikat “The Best Group Project Presentation”. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

“Selain program exchange ini, pada bulan Maret Saya bisa meraih juara 2 National Essay Competitionyang diselenggarakan di UNS. Pengalaman di kejuaraan National Essay Competition berlanjut ketika Saya dapat meraih penghargaan sebagai Juara 1 di Olimpiade Menulis tingkat Nasional (Kategori Essay), Juara 2 Essay Nasional di UNY, dan Juara 1 National College Essay Competition yang diselenggarakan oleh FMIPA UNS,” ungkapnya.

Sekarang, kata Juli, tidak perlu takut dan ragu lagi untuk melangkah. Yakinlah, bahwa tidak perjuangan dan usaha yang sia-sia. Jangan pernah menyerah dan lelah dengan apa yang terjadi. Jangan jadikan keterbatasan menjadi hambatan kita untuk maju. Tekuni dan senangilah apa yang kita lakukan.

“Saatnya untuk bisa lebih bermanfaat bagi orang lain dan menggapai impianimpian besar lainnya,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge