0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengadilan Tertinggi Perancis Batalkan Larangan Burkini

Seorang wanita diminta melepas burkini di pantai. (Dok: Timlo.netVantagenews.com)

Timlo.net—Larangan memakai burkini menimbulkan kemarahan dan rasa terkejut di seluruh dunia. Tapi larangan ini telah dibatalkan oleh pengadilan tertinggi di Perancis. Pembatalan ini diputuskan oleh the Council of State, pengadilan administratif tertinggi Perancis. Keputusan pengadilan ini berlaku khususnya di kota Riviera di Villeneuve-Loubet, Perancis. Tapi keputusan itu diharapkan preseden hukum untuk 30 atau lebih kota resort yang mengeluarkan larangan memakai burkini di pantai.

Foto-foto beredar di internet minggu lalu menunjukkan seorang wanita di sebuah pantai di Nice diminta untuk membuka pakaian atasnya dan didenda oleh empat polisi. Beberapa wanita lain diperlihatkan diperlakukan sama saat berada di pantai memakai burkini.

Dok: Timlo.net/vantagenews.com

Dok: Timlo.net/vantagenews.com

Dok: Timlo.net/Vantagenews.com

Dok: Timlo.net/Vantagenews.com

Para pengacara untuk dua kelompok hak asai manusia menantang kelegalan larangan memakai burkini. Mereka beranggapan jika larangan itu melanggar kebebasan dan jika para walikota yang menerapkan larangan itu melangkahi kekuasaan mereka dengan memerintahkan apa yang bisa dan tidak bisa dipakai para wanita di pantai.

Patrice Spinosi, mewakili “the Human Rights League” berkata jika para wanita yang terkena denda terkait larangan ini bisa memprotes pemerintah kota berdasarkan keputusan pengadilan tertinggi ini.

“Keputusan ini dimaksudkan untuk menetapkan preseden legal. Hari ini semua peraturan harus menyesuaikan dengan keputusan dari the Council of State. Logikanya para walikota harus menarik peraturan-peraturan ini. Jika tidak, aksi legal bisa dilakukan melawan kota-kota itu. Sekarang hukum negara menyatakan jika peraturan-peraturan ini tidak dibenarkan. Mereka melanggar kebebasan dasar dan harus ditarik.”

Burkini adalah kostum berenang yang tertutup lengkap dengan penutup kepala, didesain supaya lebih banyak wanita bisa bebas pergi ke pantai dan berenang. Pakaian ini mirip dengan pakaian selam dan tidak hanya dipakai oleh warga Muslim. Bahkan selebritis seperti Nigella Lawson juga memakai burkini untuk melindungi kulit dari kerusakan cahaya matahari.

Tapi beberapa walikot di Perancis Timur mengaku jika burkini menindas wanita walaupun pakaian itu dikatakan bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih bagi para wanita. Penemu burkini, desainer Australia Aheda Zanetti menulis kepada the Guardian: “Saat saya menemukan burkini di awal 2004, pakaian itu dimaksudkan untuk memberikan wanita kebebasan bukan untuk merebutnya. Pakaian itu tentang integrasi dan penerimaan dan menjadi setara dan tidak dihakimi.”

“Saya ingin melakukan sesuatu yang positif dan siapapun bisa memakai pakaian ini, Kristen, Yahudi, Hindu. Pakaian ini cocok untuk orang yang sopan atau yang memiliki kanker kulit atau seorang ibu baru yang tidak ingin memakai bikini, bukan simbol Islam,” tambahnya.

Sumber: Metro.co.uk

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge