0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bekas Pasar Darurat di Manahan Jadi Tempat Mesum

Deretan kios bekas pasar darurat di Jalan KS Tubun sudah berbulan-bulan tak dibongkar. Kios itu kini menjadi tempat mesum karena minim penerangan (dok.timlo.net/ichsan rosdyid)

Solo — Bangunan pasar darurat di Jalan KS Tubun, Gremet, Manahan sudah berbulan-bulan tidak dibongkar. Deretan kios kayu di Barat Pasar Bangunharjo itu mulai lapuk, membuat lingkungan menjadi kumuh. Selain itu, warga kerap mengeluhkan kawasan tersebut kini menjadi tempat pasangan mesum.

“Sampai sekarang belum dibongkar. Malah jadi tempat mesum,” katasalah satu warga, Dian Susanti, Minggu (28/8).

Kios dari kayu dan tripleks itu memang kerap menjadi tempat pasangan-pasangan berbuat tak senonoh. Bagian dalam kios tak terlihat dari luar bila pintu dan jendela ditutup. Satu-satunya  penerangan berasal dari kios pasar Bangunharjo yang masih buka. Setelah kios itu tutup, daerah itu minim penerangan sehingga menjadi tempat pilihan bagi pasangan mesum.

“Rumputnya juga sudah tinggi. Dari situ sering ada ular,” kata dia.

Warga lain, Jono mengeluhkan hal yang sama. Ia menambahkan, warga juga sering membuang sampah di kios-kios tak terurus itu. Akibatnya, bau tak sedap sering tercium dari deretan kios itu mengganggu warga sekitar dan pengguna jalan.

“Karena nggak kelihatan, jadi sering dipakai buat buang sampah,” keluhnya.

Pasar darurat tersebut dibuat pada tahun 2015 untuk menampung para pedagang Pasar Bangunharjo selama pasar itu dibangun. Akhir 2015, pembangunan usai dan pedagang kembali menempati Pasar Bangunharjo di awal 2016. Namun sampai sekarang deretan kios itu belum kunjung dibongkar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge