0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Etnis Tionghoa Mulai Kembali ke Tradisi

Kapal kapalan yang dipenuhi uang-uangan kertas dan nama nama leluhur dibakar (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Jumlah etnis keturunan Tionghoa di Solo yang kembali merayakan tradisi leluhur diperkirakan terus meningkat setiap tahun. Indikasinya, jumlah nama yang didoakan dalam upacara King Hoo Ping terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Tahun lalu ada sekitar 300 yang kita doakan. Tahun ini jumlahnya sampai 400,” kata Wenshi (Ws) Adjie Chandra di sela upacara Minggu (28/8).

Menariknya, dari 400 nama itu ada banyak nama titipan. Artinya, anak cucu nama-nama itu tidak semuanya berkeyakinan Khong Hu Cu. Namun mereka menitip nama leluhur mereka agar didoakan sesuai ajaran Khong Hu Cu. Hal ini menurut Adjie bukan hal aneh.

“Berarti mereka tetap menghormati leluhur. Meskipun mereka sekarang beragama lain, tapi kan leluhur mereka Khong Hu Cu,” kata dia.

Upacara King Hoo Ping sendiri merupakan ritual tahunan umat Khong Hu Cu yang digelar setiap akhir bulan ke tujuh dalam penanggalan Imlek. Menurut keyakinan Khong Hu Cu, pada bulan itu arwah leluhur diberi kesempatan untuk menjenguk keluarga di dunia selama satu bulan. Sebelum bulan ketujuh berakhir, para leluhur itu harus kembali lagi sebelum pintu akherat ditutup. Upacara ini merupakan ritual untuk mengantar para arwah kembali ke alam baka.

Dalam upacara itu, biasanya umat Khong Hu Cu membakar kapal kapalan berisi uang uangan kertas dan nama nama leluhur sebagai simbol kembalinya mereka ke langit.

“Di tempat lain ada juga yang membakar rumah rumahan dan mobil mobilan. Tapi kita cukup ini saja, tidak perlu mewah, yang penting maksudnya sampai,” kata Adjie.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge