0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Data Belum Lengkap, Klaim BPJS Warga Miskin Tersendat

dok.timlo.net/achmad khalik
Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Sejumlah warga mengeluhkan belum rampungnya integrasi program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) ke program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Banyak layanan kesehatan yang mustinya diterima oleh masyarakat. Namun, malah menunggu waktu hingga batas tak jelas,” terang Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti, Minggu (28/8).

Selama ini, politisi asal PDI Perjuangan ini menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait belum diterimanya kartu jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Padahal jaminan kesehatan sebelumnya yaitu PKMS kategori gold sudah tidak dapat lagi digunakan. Akhirnya masyarakat yang mayoritas dalam kondisi miskin itu harus membayar biaya kesehatan secara mandiri atau mengajukan bantuan dengan waktu cair yang relatif lama.

“Kalau seperti ini terus kan kasihan masyarakatnya. Mereka sudah gak mampu, malah suruh bayar BPJS secara mandiri,” tandas Hartanti.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan klarifikasi terkait sejumlah pihak terjait pelaksanaan kesehatan. Hasilnya, dalam kurun waktu Januari hingga sekarang masih banyak data penerima yang belum terverifikasi. Berdasarkan data yang dimiliki, tercatat dari total 21.000 pemegang PKMS gold di Solo, baru 13.800 warga yang terverifikasi. Sisanya saat ini masih dalam proses pengerjaan.

“Kendalanya memang verifikasi. Sangat ribet,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Quatly Abdulkadir Alkatiri mengaku warga miskin banyak yang belum memperoleh KIS atau terdaftar dalam program BPJS Kesehatan. Dirinya melihat sebagian pendataan KIS maupun BPJS justru tidak tepat sasaran. Akibatnya, warga yang seharusnya mendapat layanan tersebut justru terlewatkan. Bahkan, Quatly menuding ada warga yang memperoleh KIS lantaran memiliki kedekatan dengan sejumlah pejabat.

“Ini yang membuat saya prihatin. Yang membutuhkan tidak mendapat perhatian, malah yang sudah mampu dapat jaminan kesehatan,” ungkap Quatly.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge