0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Keramba WKO Diminta Terapkan Buoy Pluto

Ribuan ikan yang mati di perairan Waduk Kedungombo, Rabu (24/8) (dok.timlo.net/ari kristyono)

Sragen – Petani keramba di Waduk Kedungombo (WKO), Kecamatan Sumberlawang, Sragen diminta untuk menggunakan teknologi “buoy pluto” yang sudah mereka miliki. Buoy Pluto merupakan alat yang dipergunakan untuk mendeteksi kualitas air. Alat bantuan Pemprov Jawa Tengah tersebut sudah lama dipasang di WKO.

“Kita punya teknologi buoy pluto dan mereka sudah belajar. Tinggal diaplikasikan saja. Tapi ternyata pulsanya sejak April tidak diisi,” kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Jumat (26/8).

Usai menghadiri acara di SMA Negeri 1 Sragen, Bupati Yuni menyampaikan, kalau alat tersebut berfungsi dengan normal, maka kejadian matinya ribuan ikan milik petani keramba dapat diantisipasi. Karena sebelum terjadi kematian, para petani dapat memindahkan keramba mereka ke tempat yang dirasa lebih representatif.

“Setelah saya cek kemarin, mereka berjanji mengupdate program dan bersedia diajari program itu lagi,” jelasnya.

 Namun Yuni juga mengakui, faktor cuaca juga mempengaruhi. Apalagi saat ini perubahan cuaca sulit untuk diprediksi sehingga petani kurang bisa mengantisipasinya.

“Namun sekarang, tanda-tanda alam sulit untuk dibaca. Makanya itu teknologi buoy pluto harus dimaksimalkan,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge