0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebakaran Hutan Meluas, Asap Sudah Sampai Singapura

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Riau meluas. Pantauan udara dan satgas darat melaporkan titik panas (hotspot) kebakaran banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hilir. Selain itu, karhutla juga terdapat di Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, dan Dumai.

“Pantauan satelit dari Lapan melaporkan ada 17 titik di Riau pada pagi tadi. Akibatnya, asap terbawa angin sampai ke Singapura,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (26/8).

Menurut Sutopo, dari Posko Satgas Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau melaporkan terdapat 67 hotspot di Riau dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen, atau terdapat titik api di kabupaten Rokan Hilir 44 titik api, Bengkalis 17 titik, Siak 4 titik dan Rokan Hulu 2 titik.

“Data hotspot ini sesuai dengan hasil patroli udara di lapangan. Asap cukup pekat mengepul dari lokasi hotspot,” ucap Sutopo.

Sementara itu kualitas udara di Singapura untuk PM10 masih tergolong baik, sedangkan untuk PM2,5 sudah tidak sehat. Terukur kualitas udara PM2,5 di beberapa wilayah di Singapura berkisar antara 215-217 psi yang artinya tidak sehat pada hari ini pukul 13.00 WIB.

“Udara dikatakan Sehat jika PM2.5 berkisar 65-88 psi, baik (89-100 psi), sedang (101-200 psi), dan tidak sehat (151-250 psi),” terang Sutopo.

Upaya pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau terus dilakukan. Sebanyak 7.200 personel satgas darat dan satgas udara dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan. BNPB mengerahkan 3 helikopter water bombing, 2 pesawat Air Tractor water bombing dan 1 pesawat Casa untuk hujan buatan.

“Sebanyak 21,7 juta air sudah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Riau. Begitu juga 40 ton garam dapur (NaCl) telah ditaburkan ke awan-awan untuk dijatuhkan menjadi hujan. Ribuan sekat kanal, embung dan sumur telah dibangun untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” jelas Sutopo.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge