0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Isu Ibu Melahirkan di RSUD Banyudono Dibantu Hantu Gegerkan Warga

dok.timlo.net/nanin
Sejak 15 Juli 2016, RSUD Banyudono tidak melayani pasien (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Masyarakat Boyolali terutama di Kecamatan Banyudono, dihebohkan dengan munculnya isu seorang ibu melahirkan di RSUD Banyudono dibantu hantu. Kabar ini semakin meresahkan, pasalnya RSUD Banyudono, sejak 15 Juli sudah tidak beroperasional, karena pindah ke Andong. Kabar ini terus menyebar dari mulut ke mulut hingga media sosial.

“Dengernya mulai kemarin, tapi ya tidak tahu siapa yang pertama kali menghembuskan,” kata Budi, warga Banyudono, Jumat (26/8).

Sementara itu, isu yang berkembang ada beberapa versi. Salah satunya, pasangan suami istri yang sedang jalan-jalan, tiba-tiba ditengah jalan, sang istri yang hamil besar merasa hendak melahirkan. Oleh sang suami, kemudian dibelokkan ke RSUD Banyudono. Di rumah sakit mereka dilayani bidan cantik.

“Tapi paginya, mereka ditemukan sudah terbaring di teras rumah sakit berikut bayinya, itu yang kami dengar,” tambahnya.

Di sisi lain, penjaga RSUD Banyudono, Giyarno (36), warga Kuwiran, Banyudono, membantah berita tersebut. Diakui Giyarno, dirinya pertama kali mendengar isu tersebut pada tanggal 27 Juli 2016, dimana pada pukul 01.00 WIB, ada wanita mau melahirkan, yakni warga Sambi, kemudian diterima perawat cantik.  Kemudian, kabar kedua diterima Selasa (23/8), wanita asal Mojosongo yang melahirkan, dan jam 05.00 WIB diminta pulang serta ari-arinya diminta ditinggal.

“Tapi semua itu hoax,” tambahnya.

Camat Banyudono, Rita Puspitasari, meminta masyarakat untuk tidak mempercayai kabar bohong tersebut. Pasalnya, RSUD Banyudono sejak pertengahan Juli sudah tidak beroperasi.

“Masyarakat jangan mudah percaya kabar burung,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge