0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menangis Setelah Bercinta, Wajarkah?

Bercinta. (Dok: Timlo.net/ AllPoetry.)

Timlo.net—Apakah pasangan Anda menangis setelah selesai bercinta? Tentunya reaksi pasangan bisa membuat Anda bingung dan kuatir jika ada sesuatu yang salah. Apakah hal itu wajar? Apakah hal ini karena perasaannya atau pengaruh hormon?

Berbicara kepada The Tab, terapis psikoseksual Denise Knowles menjelaskan masalah ini. “Bagi banyak orang [mereka menangis] saat mereka mengalami klimaks [karena] saat [bercinta] hampir selesai maka rasa kedekatan, kebahagiaan dan kepuasan yang dirasakan berakhir,” katanya.

Denise, yang sudah berpengalaman dalam terapi psikoseksual selama 25 tahun menjelaskan bagaimana hormon kebahagiaan seperti oksitosin dan dopamin dilepaskan. Saat sesi bercinta berakhir, ada penurunan dalam hormon-hormon tersebut sehingga Anda menjadi terbuka dan rentan merasa sedih.

Air mata setelah bercinta itu masuk ke dalam kategori pahit manis ini di mana orang yang menangis itu tidak merasa benar-benar bahagia atau sedih. “Air mata itu bukanlah air mata kesedihan, hanya perasaan seolah ‘kita sudah menjadi sangat dekat dan saya sedih karena itu berakhir’, kekuatirannya adalah ‘kapan saya akan menjadi sedekat itu dengan pasangan saya lagi’?” katanya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge