0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Es Krim Tentrem Tawarkan 20 Varian

Mencicipi nikmatnya Es Krim Tentrem (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Siapa yang tidak kenal dengan es krim? Hampir mulai dari anak kecil hingga orang dewasa menyukai makanan olahan dari bahan susu yang dibekukan ini. Bahkan untuk menambah sensasi, berbagai varian dengan beragam rasa turut dihadirkan untuk dapat memanjakan lidah para penikmatnya.

Salah satu kedai yang menawarkan olahan tersebut adalah Es Krim Tentrem. Berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Solo, kedai tersebut siap memanjakan lidah para pelanggannya dengan puluhan varian ice cream yang sangat menggugah selera.

“Dalam kedai kita sedikitnya ada 20 varian ice cream yang ditawarkan. Mulai dari vanilla, coklat, oreo, red velvelt, kopyor, melon dan lainnya,” ujar Supervisor es krim Tentrem, Muklis Wicaksono saat dikunjungi Timlo.net, kemarin.

Dirinya juga mengaku, olahan menu es krim yang ditawarkannya tersebut memiliki banyak keistimewaan jika dibanding lainnya. Selain memiliki tekstur yang lembut, semua olahan es krim yang ditawarakan itu merupakan buatan sendiri atau homemade.

“Karena homemade sehingga semua bahan yang kita gunakan adalah kualitas premium. Tujuannya agar  rasa yang dihasilkan lebih maksimal,” jelasnya.

Dari sekian banyak varian es krim yang ditawarkan, menurutnya, yang paling banyak diminati dan dicari para pelanggan adalah rasa Jamaica dan Banana Split. Alasannya, karena dalam varian menu tersebut kombinasi rasanya lebih lengkap, mengingat dalam satu porsi itu tidak hanya ada menu es krim saja tapi juga dilengkapi dengan berbagai toping dan buah segar sehingga membuat ngilu dilidah.

“Untuk menu Jamaica sendiri, selain es krim juga ada coklat, wafel termasuk diberikan taburan kacang. Sehingga rasanya lebih lengkap dimulut,” terangnya.

Sementara itu, untuk animo konsumen di Solo, menurutnya cukup tinggi. Per hari rata-rata bisa mencapai 200 orang, bahkan saat weekend dan hari libur bisa mencapai 300-an orang. Sedangkan strategi agar dapat meningkatkan penjualan, inovasi produk selalu dilakukan dalam setiap tiga bulan sekali.

“Setiap tiga bulan sekali biasanaya kita evaluasi, kalau ada menu yang kurang diminati biasanya kita ganti dengan inovasi produk baru. Sehingga para pelanggan tidak bosan dan harapannya selalu penasaran ingin mencoba,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge