0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seumuran Paku Buwono X, Lesung Ini Berusia 1,5 Abad

dok.timlo.net/aditya wijaya
Paguyuban Lansia Ngudi Waras dari Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas, Klaten memainkan musik dari lesung berusia 1,5 abad (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Suara bas menggelegar terdengar dari balik pukulan alu yang mendarat di lesung milik Paguyuban Lansia Ngudi Waras dari Desa Nanggulan, Kecamatan Cawas. Usut punya usut, lesung tersebut ternyata sudah berusia ratusan tahun.

“Ini sudah lama banget, milik pak lurah pertama. Usianya sekitar 1,5 abad,” kata Koordinator Seni Musik Lesung Desa Nanggulan, Anik Juaryati disela Festival Musik Gejog Lesung di halaman Kantor Kecamatan Cawas, Kamis (25/8).

Dikatakan, alat berbentuk balok kayu dengan cekungan di bagian tengahnya itu dibuat sekitar tahun kelahiran Paku Buwono (PB) X. Hal itu dapat dilihat dari tulisan yang terdapat di badan lesung sepanjang empat meter tersebut, 22-7-1867.S-10-36. PB X 72 TAOEN. R SONOSOEWARNO.

Sebelum ada mesin penggiling padi, kata Anik, lesung milik kepala desa (Kades) pertama Nanggulan, R Sono Soewarno itu dulunya digunakan seperti lesung pada umumnya, yakni menumbuk padi. Beratnya lebih dari satu ton. Bahkan untuk memindahkan lesung dibutuhkan tenaga 10 orang lelaki dewasa.

Meski sudah dimakan usia, sambungnya, lesung tersebut belum pernah diperbaiki. Tetapi, untuk alu atau tongkat kayu penumbuk memang sudah berganti, bukan asli pasangannya.

“Setahu saya kondisinya (lesung) masih asli. Saat dimainkan suaranya juga masih bagus. Sekarang ya hanya dimuseumkan di rumah keluarga pak lurah pertama. Biasanya dipakai kalau ada kegiatan seni lesung atau latihan ibu-ibu,” tutur Anik yang masih trah dari keluarga R Sono Soewarno.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge