0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Rokok Naik, Angka Kriminalitas Diprediksi Ikut Naik

merdeka.com
ilustrasi rokok (merdeka.com)

Timlo.net – Kenaikan harga rokok diklaim bukan langkah efektif untuk mengurangi jumlah perokok. Justru, kenaikan itu memicu angka kriminalitas meningkat.

“Demi dapat sebatang rokok, bukan tidak mungkin seseorang melakukan tindak kekerasan, seperti pencurian atau perampokan,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembesi, Kamis (25/8).

Selain itu, kata dia, pedagang akan menyiasati perdagangan rokok menjualnya secara eceran sehingga bisa perokok masih tetap merokok. Menurut dia, rokok diibaratkan seperti narkoba sehingga meski harganya mahal tidak akan berpengaruh besar.

“Walaupun harga narkoba mahal, tapi masih bisa dibeli, apalagi rokok,” ujarnya.

Dibanding menaikkan harga rokok, Yohana menyarankan agar pemerintah membatasi penjualan rokok. Konkretnya, rokok hanya dapat dibeli di toko-toko tertentu dan pembelinya harus menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

“Selama ini kan rokok mudah dibeli di warung manapun, jadi anak-anak bebas membelinya. Nah, inilah yang harus diantisipasi, caranya begitu,” jelas dia.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge