0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UNS bakal Aplikasikan Presensi Mobile

dok.timlo.net/tyo eka
Winarno dengan Aplikasi Presensi Mobile UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Unit Pelaksana Teknis Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UTP TIK UNS) Surakarta bakal mengaplikasikan Presensi Mobile. Aplikasi berbasis android tersebut akan digunakan sistem presensi perkuliahan.

“Aplikasi itu bisa diunduh di Play Store, dan dipakai mulai semester depan tahun ajaran 2016/2017,” jelas Kepala Layanan Pengembangan Perangkat Lunak UNS, Winarno kepada wartawan, di ruang Humas UNS, Solo, Kamis (25/8).

Aplikasi ini, kata Winarno, merupakan peningkatan dari aplikasi presensi berbasis website yang pengerjaan input data presensi mahasiswa dilakukan oleh operator di tingkat program studi (Prodi) maupun Fakultas.

Winarno mengemukakan kendala yang terjadi pada aplikasi berbasis website selama ini adalah beberapa operator sering mengalami keterlambatan saat melakukan input data presensi. Hal tersebut karena banyaknya data yang harus dimasukkan secara manual satu per satu ke sistem informasi akademik (SIAKAD) UNS.

“Ketika perkuliahan selesai dan daftar presensi sudah di tangan operator, kadang operator tidak langsung meng-entry,mungkin 2 sampai 3 hari bahkan seminggu baru di-entry,” ujar Winarno.

Padahal data presensi tersebut sangat penting karena terkait dengan syarat pelaksanaan ujian akhir semester (UAS). Syarat mahasiswa untuk mengikuti UAS adalah kehadiran mereka harus tercatat minimal 75 persen dari total 16 kehadiran dalam satu semester, yakni 12 kehadiran.

Ketika evaluasi menjelang pelaksanaan UAS dan pemeriksaan presensi mahasiswa, pelaksana UAS mengalami kebingungan untuk memutuskan apakah mahasiswa pantas menjadi peserta UAS. “Apalagi kalau sudah di penghujung tahun itu pekerjaan seringoverload, para operator itu dipaksa untuk menyelesaikan program kerja oleh unit, sehingga data presensi sering terbengkalai dan tidak ter-entry,” terang Winarno.

Aplikasi “Presensi Mobile UNS” diciptakan agar supaya proses input data presensi mahasiswa bisa stabil, valid, dan setiap hari terdata. Prosedur penggunaan aplikasi tersebut adalah aplikasi harus sudah terpasang di gawai, baik milik dosen maupun mahasiswa. Selanjutnya dosen melakukan log in dengan menggunakan akun Single Sign On (SSO) dan membuka mata kuliah yang diampu. Selanjutnya, akan muncul halaman daftar mahasiswa.

Presensi manual sebelumnya berbentuk tabel nama mahasiswa dan diikuti 16 kotak kolom untuk ditandatangani. Dengan adanya aplikasi ini, bentuk presensi diubah dan akan dibuat dengan bentuk tabel nama mahasiswa diikuti qrcode yang nantinya akan digunakan ketika mahasiswa melakukan scan presensi. “Jadi nantihape yang digunakan tinggal diputar mahasiswa untuk presensi,” ujar Winarno.

Untuk menanggulangi kecurangan pada presensi manual seperti titip absen, Winarno mengaku bahwa UPT yang baru berganti nama 2015 lalu ini sudah memiliki langkah preventif. Setelah handphone selesai digunakan untuk presensi, salah satu mahasiswa dipanggil untuk melakukan approval apakah data presensi sudah benar, baik jumlah mahasiswa yang berangkat kuliah maupun yang memiliki izin. Setelah salah satu mahasiswa melakukan approval, data akan tersimpan otomatis di SIAKAD karena aplikasi ini sudah terintegrasi dengan SIAKAD.

Selain diperuntukkan untuk mahasiswa, aplikasi yang dikembangkan selama 3 bulan ini juga digunakan sebagai pertimbangan remunerasi dosen. Kehadiran dosen dalam proses perkuliahan digunakan sebagai salah satu aspek penilaian kinerja dosen.

“Jadi, dosen hadir jam sekian sampai jam sekian. Ketika data diinput secarareal-time, otomatis kinerja dosen valid,” ujar pria yang juga dosen Prodi Teknik Informatika ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge