0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hasil Panen Bawang Putih Capai 20,7 Ton per Hektar

dok.timlo.net/nanang rahadian
Penandatanganan MoU kerjasama penanaman bawang putih (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Hasil uji coba pengembangan klaster menggunakan metode demplot dan kali pertama uji coba di Tegal mencapai hasil memuaskan. Dengan menjajal dua varietas bawang putih, yaitu Lumbu Hijau dan Tawangmangu Baru. Hasil panen varietas lumbu hijau sebanyak 14,8 ton per ha sedangkan Tawangmangu Baru sebanyak 20,7 ton per ha.

“Untuk uji coba demplot, Luas demplot di Tegal 0,3 hektar (ha),” kata Kepala BI KPW Jateng-DIY, Iskandar Simorangkir, Rabu (24/8).

Bibit bawang putih varietas Tawangmangu Baru merupakan hasil pengembangan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Jateng jadi pusat produksi bawang putih di Indonesia. Swasembada bawang putih,” tutur dia.

Sementara itu, salah satu petani bawang putih di Tawangmangu, Sumadi, menuturkan sejumlah petani di Tawangmangu turun temurun menanam bawang putih. Namun, jumlah lahan yang digunakan untuk menanam bawang putih tidak banyak. Dia beralasan masa tanam hingga panen terlalu lama, yaitu 4 bulan.

“Ya akhirnya lahan diparo-paro. Supaya tetap bisa makan sembari menunggu bawang panen. Hasilnya bagus. Tetapi, menanam di wilayah tinggi dan dingin itu terkendala cuaca,” ungkap dia.

Kepala Departemen Regional II BI, Dwi Pranoto, menyampaikan peran pemerintah kabupaten/kota penting mengatasi kendala petani bawang putih. Dwi menyampaikan sejumlah kendala, yaitu disparitas waktu panen, wilayah tanam, dan manajemen penjualan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga meminta petani maupun pendamping dari dinas teknis memperhatikan agar panen berhasil.

“Teknologi pertanian, dampak penggunaan pupuk, kualitas bibit. Dalam tiga bulan ke depan harus muncul lonjakan program klaster ini,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge