0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Delapan Klaster Bawang Putih untuk Tekan Inflasi Jateng

Penanaman bawang di wilayah Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berupaya mengendalikan inflasi dengan mengembangkan delapan klaster bawang putih di Jawa Tengah. Bawang putih merupakan salah satu penyumbang inflasi di Jateng dari tahun ke tahun.

“Delapan Klaster itu berada di delapan kabupaten/kota di Jateng, yaitu Karanganyar, Pekalongan, Tegal, Batang, Purbalingga, Temanggung, Magelang, dan Banjarnegara,” kata Kepala BI KPW Jateng-DIY, Iskandar Simorangkir, Rabu (24/8).

Iskandar mengatakan, hasil kajian penyebab inflasi itu dari kelompok makanan yang sering bergejolak. Salah satu penyebab inflasi dipengaruhi komoditas bawang putih. Oleh karena itu inisiasi Klaster bawang putih di Jateng.

“Kami prihatin bahwa nilai impor bawang putih meningkat dari tahun ke tahun. Kali terakhir sebanyak 95% dari kebutuhan nasional. Padahal sebelumnya hanya 20% dari kebutuhan nasional per tahun,” kata Iskandar.

Salah satu penyebabnya adalah produksi bawang putih di Jateng menurun dari tahun ke tahun.
Dahulu bisa produksi 145.800 ton pada tahun 1996 di Jateng. Lalu turun menjadi 20.000 ton pada 2015.

“Padahal Jawa Tengah itu produsen bawang putih nomor dua di Indonesia,” jelas Iskandar.

Oleh karena itu, BI menggandeng sejumlah stakeholder dari pemerintah, swasta, dan akademisi mengembangkan klaster bawang putih. Program itu menggunakan teknologi ramah lingkungan dan pendampingan.

“Tujuan akhirnya ketahanan pangan nasional. Target delapan demplot bisa menghasilkan 300 ton. Segitu cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Jateng,” ujar dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge