0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tarif Internet di Indonesia Timur Lebih Mahal, Ini Sebabnya

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 133 juta pengguna. Namun selisih atau gap tarif internet di Indonesia Barat dan Timur masih tinggi. Penyebabnya, investasi jaringan internet di Indonesia Timur mahal, terutama investasi kabel bawah laut yang menghubungkan antarpulau.

Jamalul Izza, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mengungkapkan tarif internet Indonesia Timur seperti di Pulau Sulawesi dan Papua lebih mahal hingga 100 persen dibandingkan tarif saat ini di Pulau Jawa dan Sumatra. Masalahnya adalah infrastruktur seperti tiadanya jaringan backbone antarpulau di Indonesia Timur. Selama ini banckbone di Indonesia Timur dimiliki oleh operator telekomunikasi besar.

APJII sendiri telah mendorong para anggotanya untuk membangun jaringan. Saat ini ada 40 anggota APJII yang punya infrastruktur, tapi tetap saja tidak mampu menjangkau daerah-daerah di Indonesia Timur. Apalagi investasi di sana mahal.

“Di Pulau Jawa dan Sumatera, karena backbone-nya sudah ada, maka tarif internetnya cenderung sama, seperti dari Jawa Barat hingga Bali, tarif internet sama. Ini yang tidak terjadi di Sulawesi dan Papua. Akibat backbone terbatas, tarif di Sulawesi dan Papua menjadi lebih mahal dan tidak sama seperti di Jawa,” kata Jamal, kemarin.

Maka itu, APJII berharap proyek Palapa Ring dari pemerintah bisa menjadi solusi atasi masalah backbone di Indonesia Timmur. Jika proyek Palapa Ring ini rampung pada 2019, maka gap internet di Indonesia Barat dan Timur akan semakin kecil.

Apalagi pertumbuhan pengguna internet di Indonesia setiap tahun tinggi. Pada periode 2013-2014, penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 38 persen, kini di periode 2014-2015, penetrasinya kian meningkat menjadi 52 persen. Saat ini jumlah pengguna Indonesia mencapai 133 juta pengguna

“Jika Palapa Ring selesai, penetrasi internet di Indonesia bisa mencpai 80 persen dari populasi penduduk. sebab masih ada daerah-daerah terpencil Indonesia,” ujar dia.

[ega]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge