0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Merawat Ingatan dengan Festival Gejog Lesung

Festival Gejog Lesung di halaman kantor Kecamatan Cawas (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Belasan paguyuban seni dari berbagai desa di Kecamatan Cawas, Klaten mengikuti Festival Gejog Lesung 2016, Kamis (25/8) pagi, di halaman kantor kecamatan setempat. Kegiatan itu bertujuan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 71.

“Ada 14 kelompok yang terdiri dari 10 peserta. Mereka wajib memainkan lagu Lesung Jumengglung dan lagu bebas yang mengandung pesan lumbung desa, gotong royong, Siskampling, dan sebagainya,” kata Camat Cawas, M Natsir.

Menurut dia, festival gejok lesung sebagai salah satu cara untuk merawat ingatan. Sebab, peninggalan tradisional bagi masyarakat agragris ini semakin ditinggalkan karena gempuran zaman.

Disisi lain, Cawas merupakan salah satu wilayah penopang lumbung beras Kabupaten Klaten. Permainan lesung, papar Natsir, tak bisa dilepaskan dari lumbung padi dan bidang ketahanan pangan.

“Dulu saat ada gerhana matahari, langsung ditutuki (ditabuh) sebagai alarm. Karena mindset orang dulu bulan dipangan buta (dimakan buta). Dan saya masih mengalami itu,” papar Natsir.

Dari pantauan, setiap kali ada kelompok yang tabuhan dengan nada meleset, sontak penonton langsung bergemuruh. Peserta Festival Gejog Lesung didominasi puluhan perempuan paruh baya hingga lanjut usia yang mengenakan kebaya dan caping.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge