0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Razia Gabungan, Empat Anak Punk dan Dua Orang Gila Digaruk

dok.timlo.net/nanin
Petugas merazia PGOT di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tim gabungan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Satpol PP Boyolali kembali menggelar razia penertiban PGOT (pengemis, gelandangan dan orang-orang terlantar) dimulai dari sisi timur hingga ke barat. Hasilnya, empat anak punk, tiga anak jalanan dan dua orang gila serta dua pengemis berhasil diamankan.

Salah satu titik yang selama ini menjadi lokasi PGOT dan anak punk di Pertigaan Ngangkruk dan Bangak, Banyudono, menjadi sasaran pertama tim gabungan. Hasilnya empat anak punk langsung diamankan. Mereka yang berhasil diamankan, dua orang gila dikirim ke RSJ Klaten, sedangkan pengemis dan anak punk dibina di Kantor Satpol PP.

“Rencananya anak punk akan kita kirim ke rehabilitasi di Tawangmangu, tapi mereka menolak. Alasannya tidak bisa hidup bebas, tapi tetap kita minta buat surat pernyataan,” ujar Anggota Staf Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinsosnakertrans Boyolali, Djon Marjono, Rabu (24/8).

Diakui Djon, pihaknya sangat kesulitan menertibkan anak punk, anak jalanan dan PGOT agar tidak berkeliaran di wilayah Boyolali. Pasalnya, mereka akan muncul lagi beberapa hari setelah dilakukan razia. Diakui, mereka kebanyakan berasal dari luar Boyolali. Bahkan untuk anak punk dan jalanan, rata-rata masih anak usia sekolah.

“Bupati memang meminta Boyolali bersih dari PGOT, tapi ya itu tadi sulit sekali membersihkan mereka,” imbuhnya.

Di sisi lain, Penyidik PNS Satpol PP Boyolali, Tri Joko, menjelaskan tiga anak jalanan yang terjaring bersama anak punk juga ikut dibina di Kantor Satpol PP. Ketiganya perempuan.

“Satu orang kami kirim ke lembaga pelatihan keterampilan (LPK) karena masih punya semangat bekerja, sedangkan dua orang lainnya kami kirim ke Panti Rehabilitasi Wanita Utama di Solo,” tandasnya Tri Joko.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge