0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Belasan Ton Ikan Keramba Waduk Kedungombo Mati Mendadak

Ribuan ikan yang mati di perairan Waduk Kedungombo, Rabu (24/8) (dok.timlo.net/ari kristyono)

Sragen – Peternak ikan keramba di perairan Waduk Kedungombo dihajar masalah berat. Ribuan ikan yang mereka pelihara, mati terpapar air waduk yang berubah karena perubahan cuaca. Terhitung dalam pekan ini sudah belasan ton ikan nila, patin atau tombro segala ukuran mati, berakibat kerugian ratusan juta rupiah.

Daryono, Kepala Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang Sragen kepada Timlo.net, Rabu (24/8) memaparkan, di desanya ada 81 peternak ikan keramba yang masing-masing memiliki 6 – 400 petak keramba.

“Sepekan ini terjadi tiga kali gelombang kematian massal ikan, ditandai perubahan warna air waduk menjadi keputihan dan berbau seperti belerang. Keramba yang kelewatan air itu, dalam hitungan 5-10 menit saja ikannya pasti mati,” ujarnya.

Daryono menduga, air berwarna putih itu muncul dari endapan waduk yang teraduk arus perairan, dipengaruhi perubahan suhu yang sangat panas di siang hari dan berubah dingin di malam hari.

“Ada yang bilang ini karena endapan sisa pakan ikan bertahun-tahun di bawah keramba berubah sifat menjadi racun. Masuk akal, karena kasus seperti ini mulai terjadi sekitar tahun 2012, setelah belasan tahun peternak ikan keramba menjadi mode. Sebelumnya tidak pernah terjadi,” imbuhnya.

Timlo.net melihat, sejumlah peternak berusaha mencegah kematian ikan dengan menggeser keramba ke tepi waduk. Dengan 3-4 perahu bermesin, mereka saling bantu menggeser keramba. Ribuan ikan yang mati, menimbulkan bau busuk menyengat, mereka kumpulkan dengan jaring.

“Sebagian bangkai ikan bisa untuk pakan lele atau red devil. Selebihnya ya dikubur,” tutur  Daryono.

Editor : Ari Kristyono

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge