0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Napi Belajar Membuat Narkoba dari Dalam Penjara

ilustrasi penjara (merdeka.com)

Timlo.net – Lembaga Pemasyarakatan (lapas) diklaim menjadi salah satu tempat menimba ilmu untuk membuat narkoba. Hal ini terungkap dari ditangkapnya Edi (35) dan Usman (35) oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Desa Palo Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu (13/8) lalu.

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, keduanya mendapat ilmu membuat narkoba jenis sabu dari salah satu napi yakni Zakir yang kini mendekam di Lapas Lhoksumawe, Aceh.

“Pengalaman dapat dari salah satu napi di lapas atas nama napi Zakir,” kata Budi Waseso, Selasa (23/8).

Mantan Kabareskrim Polri ini mengakui peredaran narkoba di lapas masih banyak dan sulit diberantas. Karena itu, dia tak heran jika produsen sabu di Aceh itu ahli meracik barang haram itu lantaran belajar dari napi di dalam lapas yang sudah punya pengalaman terlebih dahulu.

“Kita menyesalkan bahwa di lapas, napi masih bisa leluasa. Bahkan menularkan ilmunya kepada napi lain untuk memproduksi barang haram itu,” katanya.

“Di lapas jadi tempat pembelajaran. Lapas tempat di mana bandar leluasa,” sambung Waseso.

Waseso menegaskan akan lebih giat lagi mendorong Kementerian Hukum dan HAM untuk melakukan perbaikan dan pembenahan dalam pemberantasan narkoba di lapas. Lebih lanjut dia mengatakan, Edi dan Usman memiliki peran masing-masing dalam membuat sabu.

Usman misalnya, meracik sejumlah prekursor untuk dijadikan sabu dengan kualitas KW3. Sedangkan Edi, membantu untuk mempersiapkan peralatan serta pembuatan sabu dengan metode destilasi.

“Usman peracik, Edi membantunya,” katanya singkat.

Untuk mengelabui masyarakat sekitar, kedua pelaku memproduksi sabu di gudang bagian belakang. Para pelaku ini juga menyamarkan aksinya dengan menggunakan pupuk kandang.

“Jadi biar baunya tidak kentara, mereka pakai pupuk. Bilang kalau di bagian belakang itu gudang pupuk,” terang Budi Waseso.

Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti 41,76 gram ephedrine bubuk dan 8 liter cairan ephedrine. Selain itu, petugas juga mengamankan 31,5 liter asam sulfat (H2SO4), serta 30,25 liter hodchoric acid (HCL) dan 1,7 kg soda api.

“Ada 800 gram Iodine, 2,5 liter methanol, 560 gram red phospor, satu dus obat Neo Napacin,” papar Budi Waseso.

Petugas juga menyita peralatan memasak untuk membuat sabu yakni satu unit kompor listrik, satu besi penyangga, empat kondensor dan satu tabung labu serta sebuah kipas angin.

Sementara itu, tiga narapidana Lapas Klas IIA Samarinda di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (22/8) malam, digelandang ke Mapolresta Samarinda. Ketiganya, diduga sebagai pengendali peredaran sabu dari dalam lapas.

Bakri (38), Samsul (32) dan Feryansyah (33), dijemput kepolisian usai berkoordinasi bersama dengan Kantor Lapas Klas IIA Samarinda. Penangkapan ketiganya, menyusul ditangkapnya 2 orang pengedar sabu masing-masing Ikwan (34) dan Asmar (24), saat bertransaksi sabu di kawasan Jalan Muso Salim, Samarinda.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge