0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wacana Kenaikan Rokok Bisa Jadi Kiamat Bagi Industri Rokok

dok.timlo.net/achmad khalik
Ketua Cabang Federasi Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Kota Solo, Ahmad Yasir (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Wacana kenaikan harga rokok dinilai akan berdampak besar bagi pelaku industri tembakau baik dari hulu hingga hilir. Sejumlah petani, pabrik rokok hingga buruh yang bekerja di perusahaan rokok bakal terancam gulung tikar.

“Ini bisa menjadi kiamat bagi industri rokok Tanah Air,” terang Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Kota Solo, Ahmad Yasir saat dikonfirmasi Timlo.net, Rabu (24/8).

Yasir menilai, dengan kenaikan rokok Rp 50 ribu/ pack maka daya beli masyarakat akan lesu. Lantaran lesunya pembelian masyarakat tersebut, pabrik rokok pun akan mengurangi produksinya. Alhasil banyak pekerja atau buruh pabrik yang akan di PHK.

Di sisi lain, penekanan terhadap produksi pabrik rokok juga berimbas pada petani tembakau yang menyetorkan hasil panen ke pabrik. Secara otomatis, mereka juga akan beralih ke sektor lain yang lebih menguntungkan. Parahnya lagi, pengangguran yang diakibatkan oleh PHK besar-besaran oleh pabrik rokok dan banyaknya petani tembakau yang gulung tikar akan meningkat tajam.

“Jika ingin mengurangi perokok di Tanah Air, saya menilai itu bukan langkah yang efektif,” jelas Yasir.

Lebih lanjut Yasir mengatakan, dengan tingginya harga rokok yang diakibatkan kebijakan pemerintah tersebut masyarakat akan kembali kejaman ‘primitif’. Dimana, masyarakat penikmat rokok akan menggunakan cara tingwe (nglinting dewe ­–melinting sendiri) rokok yang akan dia nikmati. Dengan begitu, justru nikotin yang terkandung dalam rokok yang diisap tidak terstandarisasi dengan baik lantaran masyarakat asal pilih tembakau yang digunakan.

“Justru dengan kebijakan tersebut pemerintah tidak menekan pengguna rokok. Masyarakat akan beralih menggunakan cara tingwe. Ini merupakan kemunduran yang dilakukan oleh pemerintah,” tegasnya.

Pihaknya berharap, supaya pemerintah lebih arif dalam melakukan penerapan kebijakan kepada masyarakat. Sehingga, hasil yang diharapkan maksimal dan berdampak positif bagi kepentingan masyarakat itu sendiri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge