0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dispertan Kebut Validasi Data Kartu Tani

Lahan pertanian (dok.timlo.net/nanin)

Klaten — Seluruh petani di Klaten diwajibkan memiliki Kartu Tani sebelum berlaku pada 2017. Pasalnya, Kartu Tani sebagai jaminan untuk mendapatkan jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah.

“Dengan ada Kartu Tani pemerintah dapat memantau kebutuhan pupuk, bibit, serta hasil panen petani. Selain itu, pendistribusian pupuk bersubsidi baik bagi petani dan pengecer dapat tepat sasaran,” ujar Kepala Dispertan, Wahyu Prasetyo, Selasa (23/8).

Diterangkan, cara kerja Kartu Tani mirip dengan kartu ATM. Petani dapat menggunakannya ke kios pengecer pupuk resmi dengan menggesekkan ke mesin electronic data capture (EDC). Pembayaran pembelian pupuk akan langsung dipotong dari saldo di Kartu Tani. Namun jika belum ada saldonya, petani dapat membayar tunai dan akan diberikan nota pembayaran.

Saat ini sudah ada 48 ribu dari 98 ribu petani yang terdata untuk menerima Kartu Tani. Pihaknya terus melakukan pendataan dan validasi data petani. Ditargetkan, validasi data selesai pada September dan pencetakan Kartu Tani pada Oktober mendatang.

”Nanti di kartu muncul data-data yang bersangkutan. Berapa luasan lahan yang dimiliki, berapa kebutuhan pupuknya dan jatah pupuk subsidi. Jadi semuanya tepat,” terang Wahyu.

Sementara itu, staff penyuluh Dispertan Klaten, Ghozali Amin menambahkan, pembuatan Kartu Tani tidak dipungut biaya. Petani cukup melengkapi persyaratan seperti KTP, anggota kelompok petani, dan memberikan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) sebagai bukti luasan lahan yang dimilikinya.

“Setiap kali musim tanam petani akan mendapatkan jatah 250 Kg pupuk urea, 300 pupuk NPK dan 500 pupuk organik untuk 1 hektar lahan,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge