0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Tembakau Lereng Merapi Tolak Kenaikan Harga Rokok

Petani tembakau (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kalangan petani tembakau di lereng Gunung Merapi – Merbabu menolak wacana kenaikan harga rokok Rp 50 ribu. Menyusul saat ini kondisi petani sedang terpuruk, gagal panen akibat hujan di musim kemarau.

“Kita khawatir kebijakan ini akan menghilangkan mata pencaharian petani tembakau,” kata Suhari, petani tembakau asal Selo, Boyolali, Selasa (23/8).

Pasalnya, bila wacana kenaikan rokok diberlakukan, dipastikan pabrik akan mengurangi produksi. Akibatnya, serapan tembakau petani akan mengalami penurunan drastis alias anjlok. Bila hal ini terjadi, maka nasib petani tembakau akan kian terpuruk.

“Kebijakan ini kalau diterapkan jelas akan membunuh petani tembakau,” tambahnya.

Di sisi lain, Pengurus Assosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Triyanto, mengungkapkan hal yang sama. Kenaikan harga rokok hanya akan merugikan petani tembakau dan menguntungkan pabrik. Apalagi saat ini, hasil panen tembakau tidak laku. Untuk harga sendiri mengalami penurunan drastis.

“Untuk daun tembakau basah hanya diharga Rp 3.000 hingga Rp 3.500,” imbuhnya.

Menyikapi wacana kenaikan harga rokok ini, APTI meminta pemerintah Boyolali mengeluarkan pernyataan Boyolali menolak rencana kenaikan harga rokok Rp 50 ribu.  Pernyataan tersebut sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap petani tembakau di Lereng Gunung Merapi – Merbabu.

“Tembakau saat ini menjadi andalan warga Merapi-Merbabu, Pemkab harus memberikan dukungan penolakan kenaikan harga rokok,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge