0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalur Pendakian Lawu Diduga Dirusak, Relawan Lapor Polisi

Jalur pendakian Gunung Lawu saat ditutup (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Masyarakat Mitra Perhutani (MMP) dan Sukarelawan Ceto (Reco) melaporkan dugaan tindakan penebangan pohon secara ilegal ke kepolisian. Lokasi penebangan pohon secara ilegal berada di jalur pendakian dan evakuasi di hutan Gunung Lawu tepatnya di Desa Anggrasmanis, Jenawi.

“KamiĀ  juga mencurigai pelaku mencoba mengambil batu yang ada di hutan,” kata Sunardi, anggota Mitra Masyarakat Perhutani, Senin (22/8).

Akibatnya, lanjut Sunardi, lahan milik Perhutani yang berada di bawah pos 1 itu rusak. Kerusakan diprediksi seluas 6-7 hektare. Lokasi kerusakan hutan tersebar di sepuluh titik. Sunardi mengambarkan lahan di jalur pendakian itu gundul. Sejumlah batu menumpuk di beberapa titik. Bahkan, tanah menutupi jalur pendakian dan evakuasi. Dia menduga tindakan itu dilakukan sejumlah warga di sekitar lokasi.

“Kami lihat. Ada rekaman dan foto. Proses penebangan dan upaya ambil batu itu pagi-siang hari. Kami sudah memperingatkan warga. Leren satu pekan lalu mulai lagi. Sudah lapor pihak yang berwenang di situ, tetapi enggak ada respon,” kata Sunardi.

Puncaknya, masyarakat mitra Perhutani melaporkan kejadian itu ke Polsek Jenawi. Polsek menindaklanjuti laporan dengan mendatangi lokasi. Sunardi khawatir apabila kegiatan penebangan pohon liar dan mengambil batu di hutan terus dilanjutkan akan membahayakan warga di sekitar lokasi.

Menurut dia, jarak lokasi penebangan pohon secara ilegal itu dekat permukiman. Jarak terdekat sekitar satu kilometer dan terjauh enam kilometer. Dikhawatirkan terjadi longsor saat musim penghujan.

“Lapor polsek langsung ditindaklanjuti. Anggota Polsek, Perhutani, dan kami mengecek lokasi. Selanjutnya bagaimana, terserah Polsek. Biar ada efek jera. Kami berharap penebangan pohon bisa berhenti,” tutur dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge