0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tentara Gadungan Ini Bawa Kabur Motor Hingga Janji Nikahi Guru TK

timlo.net/agung widodo
Tersangka penipuan TNI gadungan (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Ver (16), warga Ceper RT 10 /RW 02, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara memang mengaku masih sekolah. Tapi ada informasi yang mengatakan dia sebenarnya telah berumur 24 tahun ketika melakukan aksi penipuan. Ini supaya korban benar-benar percaya dia sebagai anggota TNI AD.

“Modusnya penipuan menjanjikan seorang wanita untuk dinikahi, korban sudah menyerahkan sejumlah uang,” kata Kapolres Sragen, Cahyo Widiarso, Senin (22/8).

Selama melakukan aksi penipuan di wilayah Sragen, pelaku berhasil mengelabuhi dua korbannya. Korban pertama bernama Diana Wahyu Saputra (36), warga Genengan RT 01, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono. Wahyu menyerahkan sepeda motor Honda Tiger nopol H 3576 HB kepada pelaku yang ngakunya hanya dipinjam, tapi tidak dikembalikan sampai pelaku ditangkap.

Korban berikutnya, Tika Avian Sari (22), warga dukuh Genengan RT01, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, yang juga adik dari Wahyu. Tika yang berprofesi sebagai guru TK oleh pelaku Ver dijanjikan bakal dinikahi. Namun ternyata janji tersebut hanya untuk mengelabuhi korban agar bersedia menyerahkan sejumlah uang, handphone dan perhiasan milik korban.

Menurut Kapolres, korban Tika berkenalan dengan pelaku melalui akun media sosial facebook sebulan yang lalu dengan mengaku sebagai anggota TNI AD di Jakarta. Setelah sekian lama berkomunikasi lewat media sosial tersebut maka pelaku menyampaikan niatnya hendak melamar korban. Korban pun menerima niat pelaku sehingga pelaku mendatangi rumah korban di Sukodono.

Tika sendiri mengaku telah menyerahkan sebuah cincin seharga Rp 200.000, uang senilai Rp 800.000 berikut handphone yang dalihnya untuk berkomunikasi saat dia menjemput orang tuanya yang dikatakan pelaku akan ke Sragen untuk melamar korban.

Atas perbuatannya tersebut pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge