0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengirim Burung Ilegal Bisa Dipidanakan

timlo.net/ichsan rosyid
​​Petugas TSTJ memindahkan burung sitaan Badan Karantina Pertanian Adi Sumarmo ke kandang yang lebih besar​ (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pengirim burung dari Kuala Namu, medan berpotensi dijerat pidana karena melanggar UU nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan. Dalam dokumen yang menyertai paket atas nama Joko Perdana itu disebutkan paket berisi tiga jenis burung dengan jumlah total 87 ekor. Namun setelah diperiksa ternyata paket itu berisi 332 ekor burung terdiri dari 10 jenis.

“Sebenarnya bisa terkena pidana. Kita tunggu di medan bagaimana. Ini sedang diperdalam oleh rekan-rekan di sana,” kata Penanggung Jawab Badan Karantina Pertanian Adi Sumarmo, Muhammad Arif setelah menyerahkan burung sitaan itu ke Taman Satwa Taru Jurug, Senin (22/8).

Menurut UU tersebut setiap pengiriman binatang harus disertai sertifikat kesehatan dari daerah asal. Pengiriman juga harus melalui tempat-tempat masuk yang ditetapkan. Setiap pengiriman harus dilaporkan kepada petugas karantina tempat tujuan memenuhi tiga ketentuan.

“Melanggar ketentuan itu kalau dengan sengaja maka dia bisa dipidana tiga tahun penjara atau denda Rp 150 juta tapi kalau hukumannya cuma satu tahun penjara atau denda Rp 50 juta,” kata dia.

Sedangkan untuk penerima barang sampai saat ini belum ada undang-undang ataupun regulasi yang mengatur secara khusus.

“Kalau menurut kami yang menerima itu juga korban karena dia membeli seharga 150 juta lewat online antara barangnya tidak pernah dia terima,” kata Medic Veteriner Adi Sumarmo Drh Nur Isti Khomah.

Seperti diberikan sebelumnya Badan Karantina Pertanian Adi Sumarmo menyita ratusan burung karena tidak sesuai dengan dokumen yang menyertai. Dari 332 ekor yang dikirim hanya 87 yang dilengkapi sertifikat kesehatan. Banyak 165 ekor mati selama perjalanan sedangkan sisanya 167 ekor diserahkan ke Taman satwa Taru Jurug untuk dipelihara.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge