0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komisi III DPRD Sragen Usul Pembentukan Pansus Galian C

dok.timlo.net/agung widodo
Galian C di Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Komisi III DPRD Sragen sepakat harus ada tindakan tegas baik dari penegak hukum atau pemerintah kepada penambang galian C yang tidak berjin. Kalau perlu tindakan yang sama juga dilakukan terhadap oknum aparat yang mengambil keuntungan dalam usaha galian C ilegal di Sragen.

”Kalau perlu bentuk panitia khusus (Pansus) tentang galian C ini. Tentunya pembentukan Pansus harus atas ijin dari pimpinan DPRD lebih dulu,” kata Ketua Komisi III DPRD Sragen, Sugiyarto, akhir pekan lalu.

Langkah tegas itu disepakati dalam audiensi antara LSM Pusaka Nusantara Bumi Sukowati (PNBS) dengan Komisi III. Saat itu PNBS mengungkapkan, ada 52 galian C yang tidak berijin di Kabupaten Sragen.

Tambang galian C dinilai tidak memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di Sragen Bahkan sebaliknya menimbulkan kerusakan jalan dan debu yang merugikan warga sekitar.

”Kami tidak anti pembangunan proyek nasional, tapi jika pelaksanaan proyek sesuai prosedur tidak akan berdampak seperti ini,” kata Ketua PNBS Ujang Nuriyanto.

Salah satu warga Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Nambu mengaku sangat merasakan dampak buruknya dari galian C. Hal itu juga pernah diprotes warga dengan melakukan aksi demonstrasi yang berakhir dengan kesepakatan. Pihak penambang bersedia menyirami jalan agar tidak berdebu.

”Tapi penyiraman jalan dan perawatan jalan yang rusak itu hanya hari pertama. Setelah kesepakatan, hari berikutnya diulangi kembali,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge