0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Isu Kenaikan Harga Rokok, Trik Marketing Produsen Rokok?

dok.timlo.net/tarmuji
Tokoh pemuda Wonogiri, Hafidz (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sejumlah pendapat masyarakat muncul menanggapi isu kenaikan harga rokok yang konon bakal mencapai Rp 50 ribu. Bahkan ada yang menduga, isu tersebut  sengaja dihembuskan oleh produsen rokok lantaran adanya kebijakan pemerintah terkait kenaikan cukai tembakau .

“Dugaan saya, ini cuma perang isu yang sengaja dihembuskan oleh oknum sales atau juga bisa dari produsen rokok,” terang tokoh pemuda Wonogiri, Hafidz, Senin (22/8).

Dia menyebut, awal mula isu tersebut dari sebuah kajian sebuah universitas yang kemudian dilempar ke tengah masyarakat hingga menjadi usulan. Ia juga mengatakan, kajian yang konon menelan biaya miliaran rupiah itu selanjutnya dipleintir di berbagai media massa hingga menjadi viral.

“Parahnya lagi, isu ini dilempar oleh wartawan kepada stakeholder, misalnya anggota DPR dengan sistem doorstop, dan diamini oleh mereka seolah-olah menjadi sebuah usulan,” katanya.

Dikatakan, isu kenaikan harga rokok tersebut tidak pernah muncul di media mainstream. Bahkan asosiasi pengusaha rokok sampai saat ini sendiri belum pernah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kenaikan harga rokok. Di sisi lain wacana kenaikan cukai tembakau yang digaungkan pemerintah  juga sangat berpengaruh dengan merebaknya isu tersebut.

“Marketing rokok saat ini justru malah diuntungkan dengan isu kenaikan harga rokok. Kan akhirnya masyarakat yang kemakan isu berbondong-bondong beli rokok,” katanya .

Hafidz juga menceritakan, berdasar pengamatannya, isu semacam itu kerap terjadi, khususnya di dunia marketing rokok. Tak jarang antar perusahaan rokok melakukan perang isu, yang menurutnya sangat sadis.

“Pernah ada isu, jika rokok merek ini kertasnya menggunakan kertas tisu lantaran rokok ini mudah patah. Jika dikaitkan dengan kesehatan kertas tisu sangat berbahaya. Dan isu semacam ini ampuh, akhirnya penjualan rokok ini turun drastis,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge