0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Sunday Market Mengeluh Kavling Terlalu Sempit

foto: Rosyid
Pedagang Sunday Market (foto: Rosyid)

Solo – sejumlah pedagang Sunday market Manahan mengeluhkan luasan kavling mereka yang terlalu sempit. Keluhan banyak berdatangan dari pedagang makanan lesehan dan pakaian yang umumnya membutuhkan lahan yang luas.

“Dua meter mau buat apa. Buat payung saja sudah sempit,” kata salah satu pedagang pakaian, Maryono setelah menerima jatah kavlingnya di sebelah Selatan velodrome, Sabtu (20/8).

Sebelumnya, warga Delangu, Klaten itu biasa menggelar lapak seluas lima meter persegi. Karena luas kavling yang didapat jauh dari harapan, ia mengurungkan niat untuk berjualan Minggu (21/8).

“Lagipula belum pada tahu kalau besok sudah buka,” kata dia.

Hal senada disampaikan beberapa pedagang yang biasa berjualan makanan berat seperti soto, bakso, dan mie ayam. Dengan lebar kavling hanya dua meter, mereka kesulitan menata meja dan kursi makan serta gerobak mereka.

Kavling yang sempit juga berpotensi mempersulit mereka bila banyak pembeli di satu waktu. Meski demikian, mereka terpaksa berjualan besok Minggu lantaran terlanjur dagangan untuk esok hari sudah terlanjur dimasak.

“Saya biasanya luas sekali. Bisa sampai 10 meter,” kata salah satu pedagang, Sri Suwarni.

Tak semua pedagang mengeluhkan sempitnya kavling. Mayoritas pedagang makanan ringan dan siap saji merasa puas dengan kavling mereka.

Tak heran, PKL makanan ringan umumnya hanya membutuhkan sepeda motor dengan bronjong untuk berjualan. Para pelanggan pun biasanya langsung melanjutkan kegiatan setelah dilayani.

“Cukup sekali. Di sini malah lebih enak tempatnya. Lebih teduh,” kata Sri Wijiyati yang biasa berjualan bakpia di Sunday Market Manahan.

Menanggapi keluhan para pedagang, Kepala Dinas Pengelola Pasar Kota Solo, Subagyo meminta para pedagang mau memaklumi kondisi yang ada. Ia beralasan, lahan yang tersedia terbatas sementara jumlah pedagang mencapai 1.500 orang.

“Kami minta para pedagang menyesuaikan dengan keadaan. Kalau tidak cukup ya dicukup-cukupke,” kata Subagyo.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge