0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan PKL Sunday Market Antri Jatah Kapling

Kepala UPTD sarana dan prasarana olahraga Heru Prayitno (memakai peci) mendaftar ulang para pedagang kaki lima Sunday market Manahan Sabtu (20/8) siang (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Ribuan pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan mengantri di Gelanggang Pemuda Bung Karno, Manahan, Sabtu (20/8). Mereka rela berjubel demi memperoleh kapling untuk berjualan di Kawasan Manahan, Minggu (21/8) besok. Pembagian dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Sarana dan Prasarana Olahraga Solo dibantu Serikat Pedagang Minggu Pagi.

“Hari ini harus selesai karena besok mereka sudah jualan,” kata Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga, Heru Prayitno di sela-sela kesibukannya mendaftar ulang para PKL.

Menurut data dari Dinas Pengelola Pasar, jumlah PKL Sunday Market mencapai lebih dari 1500 orang. Mereka diwajibkan mendaftar ulang ke UPTD Sarana Prasarana Olahraga sejak pukul 09.00 WIB. Setelah daftar ulang, mereka memperoleh bukti pendaftaran yang nantinya ditukarkan dengan nomor kapling. PKL yang ingin berjualan di Kawasan Manahan pada hari Minggu besok harus bisa menunjukkan nomor kapling tersebut.

“Kalau tidak bawa nomor itu nggak boleh jualan,” kata Heru.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Solo telah membuka kembali kawasan Manahan untuk para PKL mulai Minggu. Kali ini, aktifitas PKL dibatasi di sekitar Velodrome dan sekitar patung Srikandi dan Arjuna.

Para pedagang dibagi dalam empat zona yaitu zona kuliner lesehan, kuliner kecil siap saji, pakaian dan aksesoris, alat rumah tangga dan handycraf. Para PKL wajib menempati kapling sesuai jenis dagangan mereka. Setiap kapling lebarnya antara 2-6 meter.

“Untuk sementara baru tiga zona dulu yang kita tata. Nanti yang lain menyusul,” kata Heru.

Heru juga berpesan agar para PKL mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia berharap PKL tidak memperlebar kapling sesuka hati. Pasalnya, hal itu akan mengganggu aktifitas PKL yang lain dan para pengguna fasilitas Stadion Manahan.

“Sementara begini dulu, yang penting bisa jualan. Nanti Pak Wali akan mengusahakan lokasi lain yang lebih layak. Tempatnya di mana saya juga belum tahu,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge