0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelaku Kejahatan Seksual Tidak Perlu Ditutup Cadar

merdeka.com
Ilustrasi (merdeka.com)

Wonogiri – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Endang Maria Astuti, mengkritik jajaran kepolisian terkait pemakaian cadar bagi pelaku kejahatan seksual maupun kekerasan anak dan perempuan saat ditangkap ataupun saat gelar kasus .

“Waktu polisi nangkap pelaku itu, ngapaian mukanya dikasih cadar. Seharusnya, biarin aja wong ini juga salah satu bentuk sosialisasi biar mereka jera, sebagai shock terapi,” ungkap Endang Maria Astuti, Sabtu (20/8).

Menurutnya, dengan tidak diberi cadar, wajah pelaku kejahatan seksual pada anak dan perempuan ini dapat dengan jelas dilihat khalayak umum. Sedang dampak lain, diharapkan dengan begitu para pelaku memiliki rasa malu kemudian muncul rasa penyesalan.

Ditambahkan, banyak kejadian kejahatan terhadap anak erat kaitannya dengan sanksi hukum. Majelis hakim dapat memilih hukuman pemberatan seperti yang termaktub dan dijabarkan pada Perppu No 1 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Ini juga sebagai pemberatan hukuman dengan berbagai tingkatan bagi pelaku kejahatan seksual pada anak khususnya pelaku dewasa sedang pelaku anak harus mendapatkan rehabilitasi. Di sisi lain si korban juga perlu penguatan dan perlindungan,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge